BERITA TERKINIHEADLINEPEMPROV SUMSEL

Produksi Karet di Sumsel Rendah

×

Produksi Karet di Sumsel Rendah

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Saat ini Produksi karet di Sumsel rendah, padahal sebelumnya Sumsel memiliki kurang lebih tiga juta hektar perkebunan karet dan mengirim hasil produksi karet terbanyak ke Jepang dan beberapa negara di Benua Amerika, Rabu (20/12/2023).

Ketua Gabungan Pengusaha Karet Indonesia (Gapkindo) Sumsel Alex K Eddy mengatakan Sumsel belum mampu memproduksi hasil komoditas karet 1 juta ton perhektar.

“Hal ini yang memengaruhi pendapatan petani karet kita masih rendah,” ujar Alex K Eddy saat di konfirmasi wartawan.

Untuk diketahui data yang diterima Gapkindo Sumsel, produksi karet baru 1,7 ton per tahun pada akhir 2023 untuk seluruh hasil produksi dari perkebunan di Sumsel. Pencapaian produksi karet masih rendah dipengaruhi banyak pohon karet terdampak penyakit daun dan sudah banyak pohon tua.

“Harga karet belum menunjukkan angka yang baik, masih 1,45 sgd dan masalahnya produktifitas karet di Sumsel rendah karena kualitas getah turun 30-40 persen akibat kelangkaan pupuk dan pemerintah tidak memberikan subsidi pupuk untuk komoditi karet,” ungkapnya.

Alex mengakui, Gapkindo Sumsel masih mencari solusi terbaik untuk menjawab tantangan produktifitas dan kualitas karet soal teknik peremajaan optimal dengan memberikan pupuk yang baik untuk mengatasi penyakit daun hingga ke akar.

“Masalahnya, pupuk di tingkat petani, mereka sulit mencari pupuk yang bagus. Selain pengaruh kelangkaan pupuk dan harga cukup mahal,” tambahnya.

Gapkindo Sumsel berharap pemerintah bisa membuat kebijakan khusus terhadap ketersediaan pupuk bersubsidi agar peremajaan komoditas karet maksimal dan dapat mendorong komoditas karet masuk dalam komoditi strategis subsidi.

“Kita terus melakukan sosialisasi pengadaan pupuk. Harapannya supaya penyakit daun bisa diatasi. Selama ini masalah penyakit tidak diatasi sampai akar,” ungkapnya.