* ALMASTA : Pj Bupati Pengecut, Copot dari Jabatannya
MATTANEWS.CO, TULUNGAGUNG – Aksi damai yang diikuti ratusan masyarakat yang tergabung dalam
Aliansi Masyarakat Tulungagung (ALMASTA) menggeruduk Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Provinsi Jawa Timur. Aksi yang semula damai nyaris ricuh, Senin (20/5/2024).
Kedatangan ratusan massa tersebut berkeinginan bertemu dengan Pejabat (Pj) Bupati Tulungagung, Jawa Timur untuk menyampaikan tujuh poin tuntutan terkait kinerjanya.
Pantauan media, nampak terdengar nyaring massa yang hadir meneriakkan Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno seorang pemimpin yang pengecut dan selayaknya untuk dicopot dari jabatannya tersebut.
“Pj Bupati dimana engkau, ayo temui kami jangan bersembunyi dibalik meja. Terkesan selama ini diam saja, padahal di lingkungan Pemkab Tulungagung banyaknya dugaan korupsi,” ucap salah satu orator.
“Pj Bupati lemot kurang tanggap atau pura-pura tidak tahu,” imbuhnya.
Sementara itu, Koordinator ALMASTA Anwar Munawar mengatakan ia bersama kawan-kawan seperjuangan menggelar aksi damai ini bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional di halaman kantor Pemkab Tulungagung dan di depan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat.
Dalam aksi ini, sambung dia, pihaknya membawa tujuh tuntutan akan pertanggungjawaban terkait kinerja Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno selama hampir 8 bulan menjabat.
“Kami (ALMASTA) datang bersama ratusan masyarakat ada 7 tuntutan yang harus Pak Pj Bupati ketahui. Dan, pada intinya kami menilai panjenengan (Pj Bupati) untuk kinerjanya kami anggap tidak berhasil,” kata Pria yang juga seorang kontraktor itu dengan nada tinggi itu.
“Pj Bupati pengecut, nyatanya tidak berani menemui kami, sudah selayaknya dicopot dari jabatannya,” sambungnya.
“Saat ini masyarakat banyak mengeluh dimana-mana banyak jalan rusak, pelayanan publik tidak transparan, dugaan korupsi di lingkungan Pemkab Tulungagung, bahkan yang terbaru adanya oknum Aparatur Sipil Negara Dinas Kesehatan Tulungagung terjerat kasus narkoba,” katanya menambahkannya.
Dia menambahkan ia bersama kawan-kawan tergabung dalam ALMASTA juga menyoroti ketidakpekaan dan kurang tegas seorang Pj Bupati Tulungagung dalam mengambil selama memimpin kabupaten yang dulu dikenal Ayem Tentrem Mulyo Lan Tinoto.”Kurang tegas dan terkesan selalu bimbang dalam mengambil setiap kebijakan,” tambahnya.
Lebih lanjut Anwar menjelaskan ia menuding Pj Bupati Tulungagung
tidak kooperatif dan lamban dalam berkomunikasi dengan insan media, serta dinilai gagal dalam menjalankan tugasnya sebagai pemimpin.
“Kita ketahui bersama Pak Pj Bupati itu kurang tegas dan tidak peka terhadap Undang-undang ASN, yang akhirnya mengakibatkan kerugian bagi ASN yang akan menjadi calon dalam Pemilihan Kepala Daerah Tulungagung pada 27 November 2024,” terangnya.
“Pada intinya, aksi damai ini untuk menuntut pertanggungjawaban dan perubahan dalam kepemimpinan Pj Bupati Tulungagung agar dapat lebih responsif, transparan, dan tegas dalam menangani permasalahan pembangunan serta pelayanan publik di wilayah Kabupaten Tulungagung,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui, Aksi damai dari ALMASTA ini tidak ditemui oleh Pj Bupati Tulungagung Heru Suseno, bahkan nyaris ricuh sigapnya aparat keamanan sehingga hal itu tidak terjadi. Justru kehadiran Sekda Tulungagung Tri Hariadi menerima penolakan dari massa yang hadir dengan bersikukuh agar tetap orang 1 di lingkungan Pemkab Tulungagung yang hadir. Aksi damai selanjutnya dilanjutkan menuju depan Gedung DPRD Kabupaten Tulungagung dengan pengawalan aparat keamanan.














