MATTANEWS.CO, PURWAKARTA – Pemerintah Kabupaten Purwakarta mengadakan program pendampingan bagi tenaga honorer atau non ASN yang akan mengikuti seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) di lokasi GOR Purnawarman, sementara untuk tenaga fungsional guru dilaksanakan di Bale Linuhung Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Purwakarta.
“Pendampingan ini berlangsung selama satu minggu, dari tanggal 7 hingga 13 Oktober 2024, di GOR Purnawarman, dan untuk tenaga fungsional guru dibantu oleh Disdik yang menyelenggarakannya di Bale Linuhung dan daerah pengawasan Disdik lainnya,” jelas Dadi Sadali, Sekretaris BKPSDM Purwakarta, pada Selasa (08/10/2024).
Dadi menuturkan bahwa tujuan dari pendampingan ini adalah untuk membantu tenaga non ASN dalam menghadapi seleksi PPPK agar bisa melewati tahap administrasi dengan baik.
Kegiatan ini bertujuan memastikan bahwa semua tenaga honorer memahami dan memenuhi persyaratan yang diperlukan dalam seleksi administrasi PPPK.
Dengan adanya pendampingan ini, diharapkan para non ASN dapat melakukan pendaftaran dan melengkapi dokumen persyaratan dengan benar.
Hal ini penting untuk meminimalisir kesalahan saat mengunggah dokumen, karena seringkali banyak pelamar yang gagal pada tahap ini akibat kesalahan dalam upload. Lulus tahap administrasi menjadi langkah awal yang krusial menuju status ASN.
“Sehingga kami memastikan bahwa rekan-rekan memenuhi semua dokumen sesuai ketentuan dan dapat mengupload dokumen dengan benar, agar mereka bisa melanjutkan ke tahapan berikutnya,” imbuh Dadi.
Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Undang-Undang No. 20 Tahun 2023 tentang Manajemen Aparatur Sipil Negara, khususnya pada Pasal 66, yang mengatur bahwa penataan pegawai non ASN harus diselesaikan paling lambat pada bulan Desember 2024.
Pada tahun 2024, Pemkab Purwakarta membuka seleksi PPPK dengan total 535 formasi untuk berbagai posisi, termasuk fungsional guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis.
“Sebanyak 535 formasi tersedia, terdiri dari 260 untuk tenaga fungsional guru, 75 untuk tenaga kesehatan, dan 200 untuk tenaga teknis. Lowongan untuk tenaga teknis dibuka dari kualifikasi pendidikan Sekolah Dasar hingga Sarjana, sebagai bagian dari upaya penataan dan penyelesaian tenaga non ASN,” tutupnya.














