MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG,- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tulungagung, Provinsi Jawa Timur selama musim penghujan melakukan penanaman dan pemeliharaan pohon di tepi jalan. Selain itu juga pengulaman pohon di sejumlah ruas jalan di wilayah setempat.
Hal itu dikatakan oleh Sekretaris DLH Kabupaten Tulungagung, Yahya Nursamsu kepada awak media di ruang kantornya, Senin (16/12/2024) Sore.
Yahya berujar kegiatan penanaman pohon di tepi jalan ini dilakukan bertujuan sebagai upaya untuk menghijaukan kembali ruas-ruas jalan yang pohonnya telah ditebang karena usia tua, keropos, miring, atau atas permohonan masyarakat untuk akses jalan.
Menjelang musim hujan, sambung dia, pihaknya juga memfokuskan pemeliharaan terhadap pohon-pohon yang berisiko tumbang dan membahayakan pengguna jalan.
“Kami lakukan penanaman dan pemeliharaan pohon di tepi jalan ini sebagai tugas pokok dan fungsi DLH, khususnya di bidang tata lingkungan, kami melakukan perlindungan dan pemeliharaan pohon tepi jalan,” ujarnya.
Yahya menambahkan sebagai upaya mengantisipasi bahaya pohon tumbang saat musim hujan, pihaknya melakukan penanaman pohon tepi jalan jenis Tabebuya dan Ketepeng Kencana di beberapa ruas jalan, baik di jalan kabupaten maupun jalan nasional.
Beberapa ruas jalan yang menjadi lokasi penanaman diantaranya, sambung dia, jalan Haji Agus Salim, Hasanudin, Adi Sutjipto, Basuki Rahmat, Teuku Umar, P. Antasari, Kapten Kasihin, Abdul Fatah, WR. Supratman, dr. Sutomo, P. Diponegoro, A. Yani Barat, Wachid Hasyum, Gragalan-Kalidawir, dan Ki. Mangunsarkoro Taman Purimas untuk jalan kabupaten, serta ruas jalan nasional seperti I. Gusti Ngurah Rai, Panglima Sudirman, Jayeng Kusuma, Supriyadi, Yos Sudarso, Pattimura, dan Mayor Dijadi.
“Penanaman pohon tepi jalan memiliki berbagai manfaat, antara lain mengurangi polusi udara, karena pohon menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen,” tambahnya.
“Pohon-pohon itu dapat membantu mengontrol kualitas udara. Selain itu, pohon juga dapat meredam kebisingan, menambah ruang terbuka hijau, dan menciptakan keteduhan di sekitar jalan. Dengan kegiatan ini, diharapkan Tulungagung dapat menjadi lebih hijau, teduh, dan nyaman,” imbuhnya.
Lebih lanjut Yahya menjelaskan ia menyebut pohon Tabebuya juga memiliki keindahan estetika. Bunga pohon ini mirip bunga sakura dengan warna putih, kuning, atau pink, tergantung pada spesiesnya.
“Bunga Tabebuya bermekaran pada musim kemarau, yang semakin mempercantik tampilan kota,” terangnya.
“Selain itu, salah satu keunggulan pohon Tabebuya adalah daunnya yang tidak mudah rontok selama musim kemarau. Selain itu, saat berbunga, pohon ini menunjukkan keindahan dengan bunga yang lebat. Akar Tabebuya juga tidak merusak bangunan atau tembok,” sambungnya.
“Kami mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi dalam menjaga kelestarian pohon tepi jalan dan melaporkan jika ada pohon yang berpotensi tumbang atau membahayakan keselamatan pengguna jalan,” pungkasnya.














