BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Terpilihnya Sumsel Jadi Proyek Percontohan Penerapan Epistem

×

Terpilihnya Sumsel Jadi Proyek Percontohan Penerapan Epistem

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Sumatera Selatan terpilih menjadi proyek percontohan penerapan Epistem (Evolving Information System for Nature-based Climate Solutions). Teknologi pemetaan bentang lahan inovatif ini diharapkan menjadi cara baru bagi para pemangku kepentingan dalam mengakses data berkualitas tinggi untuk pengambilan keputusan yang terukur dan berbasis bukti dalam upaya restorasi lingkungan.

Epistem dirancang untuk mempermudah akses dan menyajikan data akurat demi keberlanjutan restorasi hutan dan bentang lahan. Teknologi ini mengedepankan keseimbangan antara penyerapan karbon, pelestarian keanekaragaman hayati, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Peneliti Senior dari International Institute for Applied Systems Analysis (IIASA), Ping Yowargana, menjelaskan, Epistem hadir sebagai jawaban atas tantangan pengelolaan data yang selama ini dihadapi.

“Epistem mendorong penggunaan teknologi pemetaan bentang lahan yang transparan, terbuka (open source), dan terstandarisasi,” ujarnya kepada wartawan di sela acara “Konsultasi Pengembangan Teknologi Pemetaan Bentang Lahan” di Palembang, Senin (22/4/2025).

Lebih lanjut, Ping menekankan kemudahan akses teknologi ini bagi berbagai pihak.

“Teknologi ini dirancang untuk digunakan oleh berbagai pihak, mulai dari masyarakat sipil, pelaksana restorasi, lembaga donor, hingga pemerintah, dengan mudah, gratis dan tanpa memerlukan lisensi khusus,” tambahnya.

Ping juga mengungkapkan kebanggaannya bahwa Indonesia menjadi yang pertama dalam penerapan teknologi ini, dengan dukungan pendanaan dari IKI (International Climate Initiative) Jerman selama empat tahun ke depan, hingga tahun 2028.

Dengan kemampuan pemetaan yang canggih, Ping optimis Epistem akan membantu para pelaku dan pemangku kepentingan dalam mengakses dan memanfaatkan data yang akurat untuk perencanaan, mobilisasi dana, serta pelaksanaan upaya pencegahan deforestasi dan pemulihan hutan serta bentang lahan yang terdegradasi.

Direktur CIFOR-ICRAF Indonesia, Andree Ekadinata, menyoroti krusialnya kolaborasi dalam implementasi Epistem. Menurutnya, restorasi memerlukan kerja sama multipihak pemerintah, komunitas, akademisi, dan teknologi untuk dampak yang luas dan berkelanjutan.

“Karenanya, untuk memastikan teknologi yang dikembangkan Epistem sesuai dengan kebutuhan pengguna, kegiatan ini sedari awal telah menggandeng lembaga-lembaga yang terlibat dalam berbagai upaya restorasi dan pencegahan deforestasi,” jelas Andree.

Keterlibatan aktif para pemangku kepentingan sejak tahap awal ini dinilai sangat penting untuk memastikan Epistem selaras dengan kebutuhan riil di lapangan. Melalui partisipasi ini, Epistem mengembangkan platform teknologi pemetaan sumber terbuka yang adaptif, tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis pengguna, tetapi juga mendorong transparansi dalam penggunaan serta evaluasi kualitas data.

Konsultasi awal juga telah dilakukan pada Februari lalu untuk memperkenalkan Epistem dan memberikan gambaran umum pengembangan teknologi pemetaan dalam mendukung upaya restorasi dan pencegahan deforestasi.

“Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk mendengarkan pengalaman berbagai pihak, khususnya terkait peran teknologi pemantauan dan data dalam mendukung inisiatif-inisiatif tersebut,” imbuh Andree.

Sekretaris Bappeda Provinsi Sumatera Selatan, M Adhie Martadhiwira, yang membuka acara tersebut, menegaskan, upaya pencegahan deforestasi dan degradasi hutan di Sumatera Selatan, terutama di sektor pertanian, kehutanan, dan penggunaan lahan lainnya, merupakan salah satu prioritas utama daerah.

“Diharapkan dengan adanya kegiatan ini turut dapat mendukung Pemerintah Sumatera Selatan dalam penyusunan kebijakan, rencana, dan program,” kata Adhie.

Lebih lanjut, Bappeda Sumsel berharap agar implementasi Epistem dapat membantu merumuskan solusi yang relevan secara lokal, memperkuat ketahanan masyarakat, serta mendukung perencanaan kebijakan yang tepat sasaran untuk melindungi penghidupan dan ekosistem di Sumatera Selatan secara berkelanjutan.(*)