BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Melalui Pelatihan Fire Drill bersama Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih

×

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Kesiapsiagaan Darurat Melalui Pelatihan Fire Drill bersama Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih mengikuti pelatihan _Fire Drill_ atau simulasi penanggulangan kebakaran di Fuel Terminal (FT) Baturaja milik Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) pada Senin (08/09). Kegiatan pembelajaran ini merupakan upaya memperkuat kesiapsiagaan darurat di lingkungan instansi Kejaksaan, sekaligus melanjutkan sinergi yang telah terjalin melalui berbagai program kolaborasi sebelumnya.

Sebagai instansi penegak hukum yang beroperasi di lingkungan perkantoran, Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih menyadari pentingnya kesiapsiagaan darurat untuk melindungi pegawai dan aset negara. Melalui pembelajaran ke Pertamina yang memiliki standar keselamatan tinggi dalam mengelola infrastruktur vital berupa terminal bahan bakar minyak, diharapkan dapat meningkatkan kapasitas penanganan darurat di lingkungan Kejaksaan.

Pelatihan Fire Drill ini diikuti oleh 20 peserta gabungan dari Kejaksaan dan Pertamina, dilaksanakan di lokasi fire ground Pertamina yang telah tersertifikasi taraf nasional sesuai dengan standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Simulasi dirancang menyerupai kondisi nyata dengan skenario komprehensif, mulai dari prosedur tanggap darurat, penggunaan peralatan pemadam kebakaran, koordinasi antar tim di lapangan, hingga prosedur evakuasi.

Staff Pengelolaan Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejaksaan Negeri Kota Prabumulih, Candra Kirana, menyampaikan apresiasi terhadap kesempatan belajar yang diberikan Pertamina. Kolaborasi ini menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem keamanan dan keselamatan yang komprehensif. Candra juga menambahkan, dengan belajar dari Pertamina yang sudah berpengalaman mengelola risiko tinggi, dapat menerapkan best practice untuk keselamatan di lingkungan kerja Kejaksaan

“Kami sangat mengapresiasi Pertamina yang memberikan kesempatan kepada kami untuk belajar penanganan darurat. Sebagai perusahaan yang mengelola bisnis berisiko tinggi, Pertamina telah memiliki sistem dan pelatihan yang sangat terorganisir untuk penanganan kebakaran. Pembelajaran ini sangat berharga bagi kami dalam meningkatkan kesiapsiagaan darurat di lingkungan perkantoran Kejaksaan,” ungkapnya.

FT Manager Baturaja, Edo Fristian, menyambut positif inisiatif pembelajaran dari Kejaksaan. “Kami sangat senang dapat berbagi pengalaman dan pengetahuan tentang penanganan darurat dengan rekan-rekan dari Kejaksaan. Sebagai perusahaan yang mengelola infrastruktur vital dengan risiko tinggi, kami memiliki kewajiban untuk terus meningkatkan standar keselamatan, tidak hanya untuk internal tetapi juga dapat bermanfaat bagi institusi lain,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, menekankan pentingnya berbagi pengetahuan dalam bidang keselamatan kerja. “Pertamina dengan pengalaman mengelola bisnis berisiko tinggi memiliki tanggung jawab untuk berbagi best practice kepada institusi lain. Kami berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kapasitas institusi publik dalam bidang keselamatan, karena hal ini sejalan dengan tujuan bersama menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan,” jelas Rusminto.

Rusminto menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam aspek kontribusi sosial perusahaan. Inisiatif ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) serta Tujuan 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan).

Kegiatan pembelajaran ini menjadi bukti nyata sinergi lintas institusi dalam meningkatkan kesiapsiagaan darurat. Melalui kolaborasi berkelanjutan seperti ini, diharapkan dapat tercipta ekosistem keamanan dan keselamatan yang saling mendukung antara sektor swasta dan instansi pemerintah, sehingga memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.(*)