NUSANTARA

Bupati Bangka Barat Ajak FKUB dan MUI Kunjungi Singkawang

×

Bupati Bangka Barat Ajak FKUB dan MUI Kunjungi Singkawang

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nopri

Singkawang, Mattanews.co – Bupati Bangka Barat, Markus didampingi Kabag Kesra Sumardi, Kepala Badan Kesbangpol Yusup, para Camat, FKUB Babar serta MUI Babar, melakukan kunjungan serta tukar pikiran mengenai toleransi dan kerukunan umat beragama di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Kota Singkawang menjadi tujuan, karena kawasan ini mendapat predikat menjadi kota paling toleran dari 10 kota di Indonesia pada 2018 lalu.

Kedatangan Bupati Markus bersama rombongan ini, diterima langsung oleh Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesra Kota Singkawang Hendryan, Kepala Badan Kesbangpol Kota Singkawang Sofian Fahri, perwakilan Kemenag, MUI dan pengurus serta anggota FKUB setempat di ruang rapat Walikota Singkawang, Jumat (6/12/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Markus mengatakan, predikat yang berhasil diraih Singkawang sebagai daerah paling toleran, telah mendorong pihaknya untuk datang berkunjung, agar bisa melakukan berdiskusi dan sharing, bagaimana lebih membumikan dan memperkuat toleransi yang selama ini terpelihara baik di bumi Sejiran Setason.

“Jadi bagaimana Pemkot Singkawang mampu ini mengelola keberagaman agama, karena toleransi agama di Singkawang cukup tinggi. mengingat masyarakatnya heterogen yang secara kultur dan karakteristik masyarakatnya tak jauh beda dengan Bangka Barat,” kata Markus.

Politisi PDI Perjuangan itu menilai, denyut nadi di masyarakat Singkawang soal toleransi sudah sangat baik.

“Artinya, berdasarkan info dari Ibu Walikota, di sini belum kita temukan adanya penguatan penolakan eksistensi terhadap identitas yang berbeda.

Semua berbaur sehingga identitas yang berbeda itu tidak membuat masyarakat Singkawang tidak alergi satu sama lain. Ini cultur harmoni umat yang ingin kita terus gaungkan di Babar.

Sementara itu Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie menuturkan, kebersamaan, kerukunan dan toleransi dimulai dari diri sendiri.

“Kalau ingin disayangi dan dihormati lakukan juga sama org lain. Itu kuncinya. Jadi ada timbal baliknya,” ujar dia.

Lebih jauh dia menuturkan, tak ada hal paling hebat yang bisa diraih tanpa kerja sama dan dukungan semua pihak.

“Selalu harus ada kata saling. Saling toleran, saling menghargai, saling menghormati. Semua harus bergandengan tangan tapi utamanya kebijakan pemimpin harus dimulai sehingga yang bawahan bisa ikut,” ucapnya.

Asisten Ekbang dan Kesra Kota Singkawang, Hendryan mengatakan, ada sebanyak 16 suku yg tinggal di Kota Singkawang.

“Dari 16 suku itu, ada 3 suku besar yakni tionghoa, dayak dan melayu. Kita bisa jadi kota toleran 2018 karena ada harmoni di tengah keberagaman Singkawang,” katanya.

Hendryan menjelaskan, dengan diraihnya predikat kota paling toleran, hingga kini sudah ada 69 kota/kabupaten yang belajar toleran ke Singkawang.

Kepala Badan Kesbangpol
Bangka Barat, Yusup Yudono, menerangkan peran Kesbangpol dalam rangka kewaspadaan dini sebelum sesuatu membesar, yang akan diimplementasikan di Bangka Barat guna memgantisipasi konflik.

“Ini butuh kerjasama kuat dgn FKUB MUI dan forum kebangsaan di sana,” ucapnya.

Ketua FKUB Bangka Barat Bachtiar Harahap menandaskan, kehadiran rombongan Bangka Barat dari berbagai elemen agama ke Singkawang untuk belajar toleransi, menunjukan semangat yang sama bahwa toleransi harus sungguh-sungguh mengakar di Bangka Barat.

“Kami datang lengkap dengan membawa semua anggota FKUB dari berbagai agama dan 6 camat. Maka dari semngat untuk belajar sudah lengkap tinggal realisasinya di sana,” ungkapnya.

Editor : Nefri