BERITA TERKINI

Minyak Mentah Cemari Jalan, Dugaan Aktivitas Ilegal Mencuat

×

Minyak Mentah Cemari Jalan, Dugaan Aktivitas Ilegal Mencuat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALI – Temuan ceceran minyak mentah di ruas jalan penghubung Desa Suka Maju menuju Desa Suka Damai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memicu keresahan warga, Selasa (17/03/2026).

Di bawah teriknya matahari, cairan hitam pekat terlihat menggenangi badan jalan dan mengeluarkan bau menyengat khas minyak bumi. Ironisnya, tidak terlihat adanya garis pengaman, rambu peringatan, maupun upaya penanganan serius di lokasi.

Yang mencolok, ceceran minyak tersebut diduga hanya ditutup menggunakan timbunan tanah. Di sekitar lokasi juga tampak bekas galian serta jejak ban kendaraan, memperkuat dugaan adanya aktivitas tertentu yang belum terungkap.

Padahal, titik temuan berada tidak jauh dari jalur pipa milik PT Pertamina EP Asset 2 Pendopo Field.

Wartawan yang melakukan penelusuran langsung di lapangan tidak menemukan adanya aktivitas pembersihan maupun penanganan lanjutan. Kondisi ini menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.

Pihak PT Pertamina EP melalui Humasnya, Indrika, memastikan bahwa tidak ada kebocoran pada jalur pipa perusahaan.

“Kami sudah berkoordinasi dengan tim di lapangan dan melakukan pengecekan langsung. Hingga saat ini tidak ditemukan adanya kebocoran pipa,” ujarnya.

Di sisi lain, warga justru mengarah pada dugaan berbeda. Salah seorang warga Desa Suka Maju menyebut ceceran minyak tersebut kuat dugaan berasal dari aktivitas pengangkutan minyak ilegal yang kerap melintas di wilayah tersebut.

“Kalau pipa bocor, biasanya langsung ditangani. Tapi ini tidak ada. Kami menduga ini dari mobil pengangkut minyak ilegal yang sering lewat,” ungkapnya.

Warga mengaku aktivitas tersebut sudah lama terjadi dan semakin meresahkan. Kendaraan jenis pick up diduga membawa minyak mentah kerap melintas, terutama pada malam hari, dengan bau menyengat yang mudah dikenali.

“Hampir setiap malam lewat. Kami khawatir, jangan sampai terjadi kebakaran atau kejadian lain yang membahayakan warga,” tambahnya.

Hingga kini, belum terlihat adanya tindakan tegas dari aparat terkait terhadap dugaan aktivitas ilegal tersebut. Sementara itu, ceceran minyak masih terlihat di lokasi tanpa pembersihan maksimal.

Pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten PALI pun belum memberikan tanggapan resmi. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan potensi pencemaran lingkungan serta ancaman keselamatan bagi pengguna jalan.