BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Menteri LH Turun Tangan di Danau Sipin, Gerakan Nasional Bersih Lingkungan Dimulai dari Jambi

×

Menteri LH Turun Tangan di Danau Sipin, Gerakan Nasional Bersih Lingkungan Dimulai dari Jambi

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, JAMBI – Kawasan wisata Danau Sipin berubah menjadi pusat gerakan lingkungan nasional saat Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia, Hanif Faisol Nurofiq, turun langsung memimpin aksi gotong royong bersama Gubernur dan Wali Kota Jambi, Sabtu (11/4/2026).

Sejak pagi, suasana Danau Sipin dipenuhi semangat kebersamaan. Pelajar, komunitas, hingga masyarakat umum tampak berbaur bersama jajaran pemerintah, membersihkan kawasan yang selama ini menjadi ikon wisata Kota Jambi.

Kegiatan ini bukan sekadar aksi simbolis. Kehadiran pemerintah pusat, provinsi, hingga daerah menjadi penanda kuat dimulainya gerakan nyata menuju perubahan budaya bersih di Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur Jambi Al Haris dan Wali Kota Jambi Maulana, bersama unsur Forkopimda yang ikut terlibat langsung dalam gotong royong massal.

Aksi ini merupakan bagian dari implementasi Gerakan Indonesia ASRI (Sehat, Resik, dan Indah) yang diinisiasi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto sebagai upaya membangun kesadaran kolektif terhadap pentingnya pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungan.

Dalam keterangannya, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa gerakan ini tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.

“Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi kebiasaan. Minimal dilakukan satu kali dalam seminggu agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengungkapkan besarnya tantangan pengelolaan sampah nasional. Saat ini, produksi sampah Indonesia mencapai sekitar 141 ribu ton per hari. Dari jumlah tersebut, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu ton dapat diolah melalui konsep waste to energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.

Khusus untuk Provinsi Jambi, Menteri LH memberikan apresiasi terhadap sejumlah daerah yang mulai meninggalkan praktik open dumping. Ia juga mendorong percepatan transformasi menuju sistem pengelolaan sampah yang lebih modern dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan nasional dengan fokus pada sumber penghasil sampah.

“Kami akan melibatkan sekolah, komunitas, dan masyarakat. Sampah harus dipandang sebagai potensi ekonomi, bukan sekadar masalah,” ujarnya.

Di sisi lain, Wali Kota Jambi Maulana memaparkan strategi konkret melalui program Operator Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat (OPBM) yang mengedepankan pengelolaan dari tingkat rumah tangga.

Melalui program ini, pengangkutan sampah dilakukan langsung dari rumah warga menggunakan gerobak motor, dengan cakupan layanan sekitar 300 kepala keluarga per unit. Sampah kemudian dipilah di depo sebelum residunya dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo.

“Kami menargetkan 250 ribu rumah tangga terlibat dalam program ini. Partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan,” jelas Maulana.

Selain itu, Pemerintah Kota Jambi juga terus mengembangkan berbagai inovasi pengolahan sampah, mulai dari bahan bakar alternatif refuse derived fuel (RDF), budidaya maggot, pupuk cair, hingga rencana pembangunan fasilitas waste to energy dalam beberapa tahun ke depan.

Program OPBM dijadwalkan akan diluncurkan bertepatan dengan Hari Jadi Kota Jambi pada 2 Juni mendatang sebagai langkah strategis menuju kota yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

Kegiatan gotong royong di Danau Sipin ini juga menjadi sarana edukasi bagi generasi muda. Keterlibatan pelajar Pramuka serta berbagai elemen masyarakat memperkuat pesan bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama.

Jika dilakukan secara konsisten, gerakan ini diharapkan tidak hanya menjaga keindahan Danau Sipin, tetapi juga menjadi simbol perubahan budaya bersih yang mampu menginspirasi daerah lain di Indonesia.