BERITA TERKININUSANTARATNI DAN POLRI

Berem Tanah Jadi Biang Kerok: Bus Pontianak – Putussibau Robot Betania Terguling di Pala Kota 

×

Berem Tanah Jadi Biang Kerok: Bus Pontianak – Putussibau Robot Betania Terguling di Pala Kota 

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dini hari yang mencekam terjadi di Jalan Lintas Selatan Desa Pala Kota, Kecamatan Seberuang, Kamis (30/4/2026). Sekitar pukul 01.20 WIB, Bus Angkutan Umum Robot Betania Trans Dayyenu trayek Pontianak–Putussibau terguling ke parit usai menghindari tabrakan dengan truk bermuatan sawit.

Meski kondisinya dramatis, seluruh penumpang selamat. Sebanyak 19 penumpang dan 2 awak bus, total 21 orang, tidak mengalami luka sedikit pun.

“Ini patut kita syukuri. Tidak ada korban jiwa, tidak ada luka berat, tidak ada luka ringan. Semua selamat berkat kesigapan pengemudi mengevakuasi penumpang,” ujar Kasi Humas Polres Kapuas Hulu Iptu Jamali saat dikonfirmasi Kamis siang.

*Kronologi: Banting Setir, Berem Ambles*

Iptu Jamali menjelaskan, bus nopol KB 7031 MC yang dikemudikan Terri Siregar, 50 tahun, warga Jl. Dr. Wahidin Kabupaten Sintang, melaju dari arah Pontianak menuju Putussibau.

Setiba di tanjakan Jalan Lintas Selatan Desa Pala Kota, bus berpapasan dengan truk bermuatan buah sawit dari arah Putussibau. Kondisi jalan sempit membuat pengemudi harus mengambil keputusan cepat.

“Untuk menghindari tabrakan, Sdr. Terri Siregar membanting setir ke kiri badan jalan. Namun berem jalan masih berupa timbunan material tanah, sehingga bus kehilangan kendali, keluar berem, dan terguling ke parit di sisi kiri jalan,” terang Iptu Jamali.

Begitu bus terguling, Terri Siregar langsung memecahkan kaca untuk evakuasi. Satu per satu penumpang dikeluarkan dari dalam bus.

“Ini aksi heroik. Dalam keadaan panik, sopir masih memikirkan keselamatan penumpang dulu,” tambah Iptu Jamali.

Mendapat informasi, piket fungsi Polsek Seberuang langsung ke lokasi. Petugas yang menangani yaitu AIPTU Sujud Santosa dan BRIPTU Septiandi Deri Pradita.

“Langkah yang diambil anggota di lapangan mendatangi dan mengamankan TKP, mengatur lalu lintas, mendata saksi dan pengendara, membantu evakuasi penumpang dan kendaraan, serta olah TKP awal,” jelas Iptu Jamali.

Dari hasil pengecekan, dipastikan kejadian ini merupakan kecelakaan tunggal.

“Tidak ada kendaraan lain yang terlibat. Truk sawit tidak bersenggolan. Murni karena kondisi jalan,” tegasnya.

Saat ini kasus sudah ditangani Unit Laka Lantas Polres Kapuas Hulu untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita dalami semua faktor, mulai dari kondisi jalan, kecepatan, sampai kelaikan kendaraan,” kata Iptu Jamali.

Iptu Jamali menghimbau keras seluruh pengguna jalan, terutama sopir bus dan truk yang melintas Jalan Lintas Selatan Seberuang.

“Kondisi jalan di sana sempit. Banyak tikungan dan tanjakan. Berem jalan di beberapa titik masih tanah timbunan yang rawan ambles kalau dilindas kendaraan berat. Tolong kurangi kecepatan. Utamakan keselamatan daripada kejar waktu,” imbaunya.

Iptu Jamali juga minta PO Bus rutin cek kondisi sopir dan kendaraan. Jangan paksakan jalan kalau sopir mengantuk atau kendaraan tidak laik. Nyawa penumpang taruhannya.

“Alhamdulillah semua selamat. Ini jadi peringatan bagi kita semua untuk lebih hati-hati. Jalan boleh sempit, tapi kalau kita disiplin, insyaallah aman,” tutup Iptu Jamali. (*)