MATTA OPINI

Saat Sumabagut Gelap, Komunikasi Masyarakat Ikut Lumpuh

×

Saat Sumabagut Gelap, Komunikasi Masyarakat Ikut Lumpuh

Sebarkan artikel ini
Ditulis oleh Azzahra Putri
(Mahasiswi Universitas Medan Area Jurusan Ilmu komunikasi Angkatan 2024)

MATTANEWS.CO, MEDAN – Pemadaman listrik atau blackout yang terjadi di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) beberapa waktu lalu bukan hanya membuat rumah menjadi gelap. Di tengah kehidupan masyarakat yang kini sangat bergantung pada listrik dan internet, padamnya listrik juga membuat komunikasi menjadi terganggu dan aktivitas sosial masyarakat ikut lumpuh.

Saat listrik padam dalam waktu yang cukup lama, banyak masyarakat merasa kesulitan untuk berkomunikasi. Telepon genggam tidak bisa diisi daya, jaringan internet mulai melemah, bahkan beberapa wilayah mengalami gangguan sinyal. Akibatnya, masyarakat kesulitan menghubungi keluarga, mencari informasi, hingga melakukan pekerjaan dan kegiatan belajar.

Kondisi ini menunjukkan bahwa listrik saat ini bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari. Hampir semua aktivitas masyarakat bergantung pada listrik, mulai dari komunikasi, pekerjaan, pendidikan, hingga usaha kecil yang menggunakan alat elektronik dan internet untuk berjualan.

Tidak sedikit masyarakat yang merasa panik ketika listrik padam cukup lama. Sebagian bingung mencari informasi mengenai penyebab pemadaman, sebagian lagi khawatir karena aktivitas mereka terhambat. Di era digital seperti sekarang, komunikasi yang terputus beberapa jam saja dapat memengaruhi banyak hal, terutama bagi masyarakat yang bekerja secara daring atau mengandalkan media sosial dan internet dalam aktivitas sehari-hari.

Selain mengganggu komunikasi, blackout juga berdampak pada aktivitas sosial masyarakat. Suasana lingkungan menjadi lebih sepi, aktivitas usaha terganggu, dan masyarakat harus menunda berbagai pekerjaan. Hal sederhana seperti belajar, mengisi baterai ponsel, hingga mengakses informasi menjadi sulit dilakukan.

Peristiwa ini seharusnya menjadi pengingat bahwa ketergantungan masyarakat terhadap listrik semakin besar. Oleh karena itu, kualitas pelayanan listrik perlu terus diperhatikan agar kejadian serupa tidak sering terulang. Di sisi lain, masyarakat juga perlu lebih siap menghadapi situasi darurat, misalnya dengan menyediakan penerangan cadangan atau menggunakan listrik secara lebih bijak.

Pada akhirnya, blackout di Sumbagut memperlihatkan bahwa ketika listrik padam, bukan hanya lampu yang mati, tetapi juga komunikasi dan berbagai aktivitas masyarakat ikut terhambat. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat, listrik telah menjadi bagian penting yang menjaga kehidupan sosial masyarakat tetap berjalan.