MATTANEWS.CO, PALI – PT BGP Indonesia, subkontraktor PT Pertamina EP yang merupakan mitra SKK Migas, menggelar sosialisasi Survei Seismik 3D Peony di Desa Sukadamai, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, Jumat (3/7/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Serbaguna Desa Sukadamai ini menjadi langkah awal dalam mendukung percepatan kegiatan eksplorasi energi nasional. Sosialisasi dihadiri perwakilan Kementerian Pertahanan (Kemenhan), Kejaksaan Negeri (Kejari) PALI, Kapolsek Talang Ubi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), tokoh masyarakat, serta para pemilik lahan yang berada di jalur rintisan survei.
Kepala Desa Sukadamai, Rianto Rusli, menyatakan Pemerintah Desa berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Pemdes Sukadamai berkomitmen memfasilitasi dan mendukung sepenuhnya pelaksanaan survei seismik demi kelancaran kegiatan di lapangan,” ujar Rianto.
Sementara itu, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten PALI, Haryono, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung program strategis nasional tersebut. Menurutnya, wilayah PALI memiliki sejarah panjang sebagai kawasan penghasil minyak sejak masa kolonial Belanda.
“Mari sukseskan survei seismik ini. Wilayah kita merupakan lokasi sumur-sumur minyak tertua sejak zaman Belanda. Kegiatan ini sangat strategis bagi masa depan energi kita,” katanya.
Haryono menambahkan, sosialisasi di Desa Sukadamai merupakan yang pertama dilaksanakan di Kabupaten PALI. Pemerintah Kabupaten PALI akan melanjutkan kegiatan serupa secara bertahap di desa dan kelurahan lainnya agar proses pelaksanaan survei berjalan lancar dan meminimalkan potensi kendala di lapangan.
Di kesempatan yang sama, Humas PT BGP Indonesia, Pasti Barus, menjelaskan bahwa PT BGP ditunjuk oleh PT Pertamina EP sebagai pelaksana teknis Survei Seismik 3D Peony. Menurutnya, sosialisasi dilakukan sebagai bentuk keterbukaan perusahaan kepada masyarakat.
“Sosialisasi ini merupakan wujud koordinasi kami dengan Pemerintah Kabupaten PALI. Kami ingin masyarakat memahami mekanisme kerja survei seismik sehingga sinergi antara perusahaan dan warga pemilik lahan dapat terjalin dengan baik,” jelasnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif. Acara ditutup dengan sesi diskusi antara pihak perusahaan, aparat pemerintah, dan masyarakat mengenai teknis pelaksanaan survei di lahan yang terdampak. Melalui dialog tersebut, seluruh tahapan survei diharapkan dapat berjalan sesuai jadwal guna mendukung keberlanjutan kegiatan eksplorasi hulu migas di Kabupaten PALI.














