BERITA TERKINIHEADLINEHUKUM & KRIMINALPEMERINTAHAN

JN Bantah Dugaan Penggerebekan, Sebut Ada Pihak yang Sengaja Menghembuskan Isu

×

JN Bantah Dugaan Penggerebekan, Sebut Ada Pihak yang Sengaja Menghembuskan Isu

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, OKI – Pegawai Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) berinisial JN akhirnya angkat bicara terkait kabar dugaan penggerebekan dirinya bersama seorang rekan kerja di sebuah rumah di Kelurahan Jua-Jua, Kecamatan Kayuagung.

JN mengaku menghormati berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Namun, ia menilai pemberitaan tersebut tidak terlepas dari adanya pihak-pihak yang tidak menyukai dirinya.

Menurut JN, selama bertugas di Bidang Penertiban Umum Satpol PP OKI, ia kerap berhadapan langsung dengan penegakan peraturan daerah yang berpotensi menimbulkan gesekan dengan berbagai pihak.

“Memang pekerjaan saya di lapangan sering bersentuhan dengan penegakan perda. Mungkin ada pihak-pihak yang tidak senang, sehingga isu seperti ini kemudian dihembuskan,” kata JN kepada MATTANEWS.CO.

Meski demikian, JN mengaku tidak ingin larut dalam polemik yang berkembang. Ia memilih menyerahkan seluruh persoalan kepada mekanisme yang berlaku di instansi tempatnya bekerja.

“Saya mencoba ikhlas dan lebih banyak introspeksi diri. Mungkin inilah bagian dari risiko pekerjaan. Semoga ada hikmahnya,” ujarnya.

Sebelumnya, beredar informasi bahwa JN dan seorang perempuan berinisial KM, yang juga merupakan pegawai Satpol PP OKI, diduga digerebek warga saat berada di sebuah rumah di Kelurahan Jua-Jua pada Rabu (1/7/2026).

Menanggapi informasi tersebut, Kepala Bidang Ketertiban Umum Satpol PP OKI Yasir, mewakili Kepala Satpol PP Hilwen Hariwijaya, membenarkan bahwa JN dan KM merupakan pegawai aktif di lingkungan Satpol PP OKI. Ia juga membenarkan JN masih berstatus menikah.

Namun, Yasir menegaskan pihaknya belum menerima laporan resmi terkait dugaan penggerebekan tersebut sehingga belum dapat mengambil kesimpulan.

“Saya baru mengetahui informasi ini dari rekan-rekan media. Kami belum bisa memberikan klarifikasi karena harus memastikan terlebih dahulu kebenaran informasi yang beredar,” katanya.

Ia menambahkan, Satpol PP OKI akan memanggil kedua pegawai tersebut untuk meminta penjelasan sebagai bagian dari upaya memperoleh fakta yang sebenarnya.

“Secara kedinasan akan segera dilakukan pemanggilan terhadap kedua pegawai tersebut untuk mendalami penjelasan, sehingga persoalan ini dapat dipastikan berdasarkan fakta dan tidak berkembang menjadi informasi yang menyesatkan,” ujar Yasir.

Sementara itu, JN berharap masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan. Akan tetapi pasti ada hikmah dari semuanya.

“Semoga ada hikmah dari semua ini,” kata JN.