BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

TMMD ke – 129 Kodim 1206 Putussibau Garap Ulak Pauk, Isolasi Desa Belatung Segera Berakhir

×

TMMD ke – 129 Kodim 1206 Putussibau Garap Ulak Pauk, Isolasi Desa Belatung Segera Berakhir

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU
Gemuruh semangat kemanunggalan menggema di jantung perbatasan Kalimantan Barat. Upacara pembukaan TMMD Reguler Perbatasan ke-129 Tahun 2026 Kodim 1206/Putussibau resmi digelar, menandai dimulainya operasi bakti besar-besaran untuk memutus mata rantai keterisolasian di wilayah paling ujung negeri.

Pusat perhatian tahun ini tertuju pada Desa Ulak Pauk, Kecamatan Embaloh Hulu. Di sinilah para prajurit TNI bersama rakyat akan mengukir sejarah baru membuka akses jalan darat yang selama ini menjadi mimpi warga menuju Desa Belatung, Kecamatan Embaloh Hilir.

Selama bertahun-tahun, dua desa ini seperti terpisah oleh hutan, sungai, dan keterbatasan. Untuk ke sekolah, ke puskesmas, atau sekadar menjual hasil kebun, warga harus menempuh jalur berliku dengan waktu berjam-jam. Kini, harapan itu mulai nyata.

Komandan Kodim 1206/Putussibau Letkol Inf Andreas Prabowo Putro, dengan suara tegas memimpin upacara pembukaan. Di hadapan Forkopimda Kapuas Hulu dan ratusan warga, Dandim menegaskan makna sesungguhnya dari TMMD.

“TMMD adalah wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dan pemerintah daerah. Kami hadir bukan hanya sebagai penjaga perbatasan, tapi juga sebagai pelayan dan pembangun,” tegas Dandim.

Lebih lanjut, Dandim optimistis seluruh sasaran, baik fisik maupun non-fisik, akan tuntas tepat waktu dan memberikan dampak langsung.

“Kami optimistis seluruh sasaran fisik maupun nonfisik dapat terlaksana secara optimal. Program ini dirancang untuk memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi warga setempat,” ujarnya.

Selama satu bulan ke depan, Satgas TMMD Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau akan bekerja secara intensif dengan mengusung dua fokus utama, yakni pembangunan fisik dan nonfisik. Pada sasaran fisik, personel TNI bersama masyarakat akan membuka dan meningkatkan kualitas badan jalan yang menghubungkan Desa Ulak Pauk dengan Desa Belatung, membangun gorong-gorong untuk menjaga akses jalan tetap dapat dilalui saat musim hujan, serta mendirikan jembatan penghubung yang selama ini menjadi hambatan mobilitas warga. Pembangunan infrastruktur tersebut ditargetkan mampu memutus isolasi wilayah, memangkas waktu tempuh, memperlancar distribusi logistik, sekaligus membuka akses ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Sementara itu, pada sasaran nonfisik, Satgas TMMD akan melaksanakan berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan wawasan kebangsaan dan bela negara guna memperkuat rasa cinta tanah air di wilayah perbatasan. Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan edukasi kesehatan dan pelayanan keluarga berencana (KB) untuk meningkatkan kualitas kesehatan, serta pelatihan peningkatan sumber daya manusia (SDM) agar warga memiliki kemampuan mengelola potensi desa secara mandiri setelah akses infrastruktur semakin terbuka. Melalui perpaduan pembangunan fisik dan pemberdayaan masyarakat ini, TMMD diharapkan mampu menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi kemajuan Desa Ulak Pauk dan Desa Belatung.

Menurut Letkol Arm Andreas Prabowo Putro pembukaan TMMD ini bukan kerja Kodim 1206 sendirian.

“Dukungan penuh datang dari Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu melalui jajaran Forkopimda. Komitmen anggaran, alat berat, hingga tenaga ahli dikerahkan, “ujarnya.

Tak hanya itu, kunci utama lainnya adalah gotong royong masyarakat. Warga Ulak Pauk terlihat antusias sejak hari pertama. Bagi mereka, ini adalah jalan mereka sendiri.

“Dengan terbukanya akses ini, kami berharap bantuan sosial, fasilitas kesehatan, dan pendidikan dari pemerintah bisa sampai lebih cepat. Anak-anak kami tidak perlu lagi jalan kaki jauh untuk sekolah,” kata Dandim.

Dandim berharap, TMMD Reguler Perbatasan ke-129 ini lebih dari sekadar program tahunan. Ini adalah jembatan harapan.

“Jembatan yang akan menghubungkan Ulak Pauk dan Belatung. Jembatan yang akan menghubungkan warga perbatasan dengan keadilan pembangunan, “terang Dandim.

Ditambahkan Letkol Arm Andreas Prabowo Putro dalam 30 hari ke depan, keringat prajurit, pejabat, dan rakyat akan membasahi tanah Embaloh Hulu. Dan dari situlah, diyakini akan tumbuh ekonomi baru, pendidikan yang lebih baik, dan rasa aman yang lebih kuat di wilayah perbatasan RI.

“Karena di ujung jalan yang sedang dibuka itu, bukan hanya aspal yang menanti. Ada masa depan anak-anak Kapuas Hulu yang sedang dibangun, “pungkasnya mengakhiri. (*)