BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Dandim 1206 Putussibau dan Bupati Kapuas Hulu Basahi Keringat Demi Buka Jalan Harapan di Perbatasan

×

Dandim 1206 Putussibau dan Bupati Kapuas Hulu Basahi Keringat Demi Buka Jalan Harapan di Perbatasan

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Di tengah terik dan berdebunya medan perbatasan, dua pemimpin daerah kompak turun gunung. Bukan untuk seremoni. Bukan untuk foto. Tapi untuk memastikan mimpi puluhan tahun warga Desa Ulak Pauk dan Belatung benar-benar menjadi kenyataan.

Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro berjalan berdampingan dengan Bupati Kapuas Hulu Fransiskus Diaan dan jajaran Forkopimda. Mereka menembus hutan, menyeberangi parit, meninjau langsung lokasi sasaran TMMD Reguler Perbatasan ke-129 Kodim 1206/Putussibau. Ini bukan sekadar kunjungan. Ini adalah sumpah di atas tanah.

Langkah kaki rombongan terhenti di titik-titik krusial. Di sinilah nanti jalan baru akan dibelah. Di sinilah gorong-gorong akan ditanam. Di sinilah jembatan penghubung akan berdiri, menghubungkan Ulak Pauk di Embaloh Hulu dengan Belatung di Embaloh Hilir. Setiap jengkal medan diperiksa. Setiap rencana diuji di lapangan. Tujuannya hanya satu, memastikan seluruh perencanaan, kesiapan personel Satgas, dan target sasaran fisik maupun nonfisik berjalan optimal dan tepat sasaran. Sinergi di lapangan ini mencerminkan komitmen kuat antara TNI dan Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu dalam mempercepat pembangunan wilayah, terutama daerah terisolir di kawasan perbatasan.

Di sela peninjauan, Bupati Fransiskus Diaan berhenti dan menatap jauh ke arah hutan yang akan dibuka. Wajahnya serius. Ia menyampaikan apresiasi penuh kepada jajaran Kodim 1206 Putussibau. Bagi Bupati, program TMMD adalah penyelamat. Di saat APBD terbatas, hadirlah TNI dengan semangat gotong royong untuk membuka akses transportasi yang selama ini mencekik ekonomi warga.

“Ini bukan hanya soal membangun jalan. Ini soal membuka keran ekonomi, soal akses kesehatan, soal anak-anak kita bisa bermimpi lebih tinggi. Kehadiran TMMD sangat membantu kami,” tegas Bupati.

Bagi pemerintah daerah, jalan yang akan dibuka ini adalah investasi paling mahal dan paling berharga.

Tak kalah tegas, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro berdiri tegak di depan alat berat. Sebagai komandan, beliau bertanggung jawab penuh atas 30 hari ke depan.

“Kami siap. Kodim 1206 Putussibau siap menyukseskan program ini,” katanya.

Lebih dari itu, Dandim menekankan satu hal penting, keberlanjutan.

“Melalui sinergi solid antara TNI, Pemerintah Daerah, dan partisipasi aktif gotong royong masyarakat, kami optimistis seluruh target pengerjaan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat nyata yang berkelanjutan,” ujar Dandim.

Kalimat itu menggema. Karena warga tidak butuh jalan yang rusak lagi setelah tiga bulan. Mereka butuh jalan yang jadi warisan.

Dikatakan Dandim, TMMD ke-129 ini punya dua misi. Dua-duanya sama pentingnya. Tangan pertama membangun fisik, yakni membuka badan jalan, membangun gorong-gorong, dan mendirikan jembatan untuk memutus rantai isolasi yang selama ini memenjarakan Desa Belatung. Tangan kedua membangun manusia. Para prajurit tidak hanya akan memegang cangkul, tetapi juga akan memegang buku. Akan ada penyuluhan kesehatan, pelayanan KB, wawasan kebangsaan, bela negara, dan pemantapan kamtibmas.

“Tujuannya mewujudkan kemanunggalan TNI bersama rakyat. Agar setelah jalan jadi, manusianya juga siap maju,” tegasnya.

Matahari mulai condong ketika rombongan menyelesaikan peninjauan. Keringat membasahi seragam loreng dan baju dinas. Tapi tak ada yang mengeluh.

Menurut Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, di setiap tapak kaki mereka hari ini sedang ditanam harapan. Harapan bahwa distribusi logistik dan bansos akan lebih cepat. Harapan bahwa ambulans bisa masuk. Harapan bahwa guru tidak perlu lagi jalan kaki berjam-jam.

“TMMD Reguler Perbatasan ke-129 bukan hanya program. Ini adalah bukti bahwa negara tidak melupakan anak-anaknya yang tinggal di garis terdepan. Dan hari ini, Dandim dan Bupati sudah membuktikannya, kami membangun, bersama-sama, dari titik nol,” pungkasnya mengakhiri. (*)