MATTANEWS.CO, LANGA – BPJS Kesehatan Cabang Langsa menggelar Semarak Gerak Sehat PROLANIS dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) BPJS Kesehatan ke-58 Tahun 2026 dengan tema “58 Tahun Pengabdian, Menguatkan Gotong Royong, Menjaga Negeri Tetap Sehat”.
Kegiatan yang diikuti ratusan peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (PROLANIS) tersebut menjadi wujud komitmen BPJS Kesehatan dalam memperkuat upaya promotif dan preventif guna meningkatkan kualitas hidup peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), khususnya penyandang Diabetes Melitus dan Hipertensi.
Kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Kota Langsa, pimpinan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan, tenaga kesehatan, pengelola PROLANIS, serta peserta JKN. Kehadiran seluruh pemangku kepentingan tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dalam mendukung pengendalian penyakit kronis melalui pelayanan kesehatan primer yang berkualitas.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Langsa, Sri Yulizar Pohan, mengatakan bahwa peringatan HUT BPJS Kesehatan menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan melalui penerapan pola hidup sehat dan pengelolaan penyakit kronis secara berkelanjutan.
“Pada peringatan HUT BPJS Kesehatan ke-58 ini, kami merasa sangat bersyukur dapat berkumpul bersama peserta PROLANIS dalam keadaan sehat dan penuh semangat. Kehadiran Bapak dan Ibu menjadi bukti bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tanggung jawab individu, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan serta kolaborasi berbagai pihak. Melalui kegiatan ini, kami mengajak seluruh peserta untuk terus bergerak, tetap aktif, dan menjadikan kesehatan sebagai prioritas dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sri Yulizar Pohan (17/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa penguatan layanan promotif dan preventif merupakan salah satu strategi utama BPJS Kesehatan dalam menjaga keberlangsungan Program JKN. Upaya tersebut dinilai semakin penting seiring meningkatnya prevalensi penyakit tidak menular yang membutuhkan pendampingan jangka panjang agar komplikasi dapat dicegah sedini mungkin.
Menurutnya, PROLANIS tidak hanya memberikan pelayanan saat peserta datang berobat ke fasilitas kesehatan, tetapi juga menghadirkan pendampingan secara komprehensif melalui konsultasi medis, edukasi kesehatan, pemantauan kondisi kesehatan, pemeriksaan berkala, hingga aktivitas fisik yang dilaksanakan secara rutin.
“PROLANIS dirancang agar peserta tidak hanya memperoleh pengobatan, tetapi juga mendapatkan pendampingan yang berkesinambungan.
Harapannya, kondisi kesehatan peserta tetap terkontrol, risiko komplikasi dapat ditekan, dan kualitas hidup mereka terus meningkat,” jelasnya.
Selama ini, PROLANIS telah menjadi salah satu program unggulan BPJS Kesehatan dalam pengendalian penyakit kronis di tingkat pelayanan primer. Melalui kolaborasi antara peserta, tenaga kesehatan, dan FKTP, program ini mendorong kepatuhan terhadap terapi, perubahan gaya hidup sehat, serta pemantauan kesehatan secara berkala sehingga peserta dapat mengelola penyakitnya dengan lebih optimal.
Sejalan dengan perkembangan kebutuhan peserta, BPJS Kesehatan juga terus menghadirkan berbagai inovasi layanan. Salah satunya melalui PROLANIS Muda, yaitu program yang diperuntukkan bagi peserta JKN berusia di bawah 45 tahun yang telah terdiagnosis Diabetes Melitus maupun Hipertensi. Program ini bertujuan proteksi dini agar peserta dengan diagnosa tersebut dapat hidup sehat.














