MATTANEWS.CO, JAKARTA – Perhiasan handmade berbahan batu alam khas Bengkulu tampil di Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 melalui pembinaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Untuk pertama kalinya, UMKM binaan Matahari Handycraft dengan merek Besolek mengikuti ajang yang berlangsung pada 29 Juli–2 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan.
Sebagai salah satu ajang mode berskala nasional, Indonesia Fashion Week menjadi wadah promosi, kolaborasi, dan pengembangan pasar bagi desainer, UMKM, serta pelaku industri kreatif dari berbagai daerah. Di stand Pertamina, Besolek menampilkan sekitar 750 koleksi perhiasan dan aksesori handmade, mulai dari bros, kalung, gelang, cincin, liontin, hingga tali kacamata. Seluruhnya dibuat menggunakan batu alam khas Bengkulu, seperti Rafflesia (chalcedony), batu teratai, batu lumut (moss agate), jasper, dan druzzy, yang memiliki corak alami sehingga setiap karya tampil unik dan eksklusif.
Keikutsertaan perdana ini menjadi pencapaian penting bagi Besolek. Selama lima hari pameran, UMKM yang dibina Pertamina sejak 2024 tersebut membukukan transaksi sekitar Rp40 juta serta menerima banyak permintaan pre-order yang membuka peluang pasar dan kolaborasi baru.
Pemilik Matahari Handycraft (Besolek), Lidya Matahari, mengatakan pengalaman mengikuti Indonesia Fashion Week menjadi momentum penting bagi perkembangan usahanya.
“Ini merupakan pengalaman pertama kami mengikuti Indonesia Fashion Week. Kami bangga dapat memperkenalkan karya berbahan batu alam khas Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas. Dukungan Pertamina melalui pembinaan dan kesempatan mengikuti berbagai pameran membuat kami semakin yakin bahwa produk lokal mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Lidya.
Sejak menjadi UMKM binaan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel pada 2024, Besolek memperoleh pendampingan pengembangan usaha, pelatihan peningkatan kapasitas, fasilitasi promosi, serta kesempatan mengikuti berbagai pameran nasional, seperti INACRAFT, SMEXPO, dan Indonesia Fashion Week. Besolek juga berhasil masuk 30 besar finalis Pertamina Aggregator dan kini memberdayakan sekitar 10 pengrajin, mayoritas ibu rumah tangga di Bengkulu.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel, Rusminto Wahyudi, mengatakan pembinaan UMKM tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas produk, tetapi juga membuka akses pasar dan jejaring usaha.
“Kami ingin UMKM binaan memiliki kesempatan untuk berkembang dan dikenal lebih luas. Keikutsertaan Besolek di Indonesia Fashion Week membuktikan bahwa produk lokal dengan identitas daerah yang kuat mampu bersaing di tingkat nasional. Harapannya, pengalaman ini menjadi langkah awal untuk memperluas pasar sekaligus menginspirasi UMKM lain agar terus berkembang,” ujar Rusminto.
Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel terus membuka ruang bagi UMKM binaannya untuk meningkatkan kapasitas usaha, memperluas akses pasar, dan mengangkat potensi daerah ke tingkat nasional. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), Tujuan 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur), serta Tujuan 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).














