BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARA

Pentingnya JKN, Bikin Hakim Pastikan Kepesertaannya Tetap Aktif

×

Pentingnya JKN, Bikin Hakim Pastikan Kepesertaannya Tetap Aktif

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, LANGSA – BPJS Kesehatan terus berkomitmen memberikan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Program JKN telah terbukti memberikan manfaat besar dan membuka akses layanan kesehatan bagi masyarakat dari seluruh lapisan tanpa terkecuali.

Kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan mulai tumbuh di kalangan anak muda. Bagi sebagian mahasiswa, memiliki kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bukan hanya tentang memanfaatkan layanan kesehatan ketika sakit, tetapi juga sebagai bentuk persiapan dan perlindungan untuk menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.

Hal tersebut dirasakan oleh Syahid Alhakim (21) salah seorang mahasiswa yang menyadari pentingnya menjadi peserta JKN meskipun hingga saat ini belum pernah menggunakan layanan kesehatan melalui BPJS Kesehatan.

“Kalau saya sendiri memang belum pernah menggunakan BPJS Kesehatan untuk berobat. Tapi menurut saya, walaupun belum pernah digunakan, bukan berarti kepesertaan JKN itu tidak penting. Justru kita perlu mempersiapkannya dari sekarang karena kita tidak pernah tahu kapan akan membutuhkan layanan kesehatan. Namanya kesehatan, kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi ke depannya,” ujar Hakim pada Senin (24/8/2026).

Menurutnya, anak muda terkadang merasa belum membutuhkan jaminan kesehatan karena masih berada dalam kondisi sehat dan jarang berobat. Padahal, risiko kesehatan dapat terjadi kapan saja dan kepada siapa saja.

“Kadang karena masih muda dan merasa sehat, kita berpikir BPJS Kesehatan belum terlalu diperlukan. Padahal menurut saya justru lebih baik sudah punya perlindungan dari sekarang, daripada nanti baru mengurus ketika sudah membutuhkan,” tambahnya.

Ia juga menilai bahwa memiliki kepesertaan JKN memberikan rasa aman, terutama bagi mahasiswa yang memiliki berbagai aktivitas, baik di lingkungan kampus maupun di luar kampus.

“Bagi saya, kepesertaan JKN itu seperti persiapan. Walaupun belum pernah dipakai, setidaknya kita tahu kalau suatu saat membutuhkan layanan kesehatan, sudah ada jaminannya,” katanya.

Lebih lanjut, ia berharap semakin banyak anak muda yang memahami bahwa JKN bukan hanya diperuntukkan bagi orang yang sedang sakit. Menurutnya, menjaga kepesertaan tetap aktif merupakan bagian dari kesadaran untuk mempersiapkan perlindungan kesehatan sejak dini.

“Jadi jangan menunggu sakit baru sadar pentingnya BPJS Kesehatan. Selagi masih sehat, kita bisa mulai peduli dengan perlindungan kesehatan kita. Tetapi kalau suatu saat memang membutuhkan, saya sudah tahu bahwa ada BPJS Kesehatan yang bisa memberikan perlindungan. Jadi buat saya, memiliki BPJS Kesehatan itu bukan karena kita ingin sakit, tetapi karena kita ingin siap kalau sesuatu terjadi. Lebih baik kita punya perlindungan sebelum membutuhkannya daripada baru sadar pentingnya setelah terjadi sesuatu,” tuturnya.

Kesadaran seperti ini menjadi langkah positif bagi generasi muda untuk lebih peduli terhadap kesehatan dan memiliki perlindungan kesehatan yang berkelanjutan. Jaminan kesehatan bukan hanya tentang digunakan ketika sakit, tetapi juga tentang kesiapan menghadapi kebutuhan kesehatan yang tidak dapat diprediksi.