MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah musim kemarau tidak membuat para Babinsa Kodim 1206/Putussibau kendor. Selama dua hari berturut-turut, 29-30 Agustus 2026, prajurit TNI AD di tiga wilayah berbeda bergerak cepat. Ada yang memadamkan api, ada yang menggelar apel kesiapsiagaan, ada pula yang berjibaku langsung di tengah kobaran.
Aksi nyata ini menjadi bukti bahwa tugas menjaga wilayah dan melindungi masyarakat tidak mengenal waktu dan tidak mengenal libur.
Sabtu, 29 Agustus 2026 – Titik api terdeteksi di wilayah Pengkadan. Tanpa menunggu lama, Babinsa Koramil 1206-09/Jongkong bersama Polsek Pengkadan dan BPBD langsung turun ke lapangan.
Dengan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan, tim gabungan melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Upaya ini dilakukan agar api tidak kembali menyala dan tidak merambat ke area lain.
Babinsa Koramil 1206-09/Jongkong, Pratu Agustriyadi menegaskan komitmen di lapangan. “Kami akan terus bersinergi dan bergerak cepat apabila ditemukan titik api. Pencegahan merupakan langkah utama, namun ketika api muncul, keselamatan masyarakat dan lingkungan harus menjadi prioritas bersama.”tuturnya.
Ia juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi dan pemantauan wilayah binaan terus digencarkan sebagai langkah pencegahan.
Minggu, 30 Agustus 2026 – Di hari yang sama, Koramil 1206-05/Embaloh Hulu menggelar Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Karhutla.
Cuaca panas dan kering membuat potensi titik api semakin tinggi. Karena itu, apel kesiapsiagaan menjadi bentuk nyata komitmen dan kewaspadaan prajurit.
Pj. Danramil Pelda Sujiyanto memberikan penekanan kepada seluruh personel terkait kesiapan personel, koordinasi, dan peralatan.
“Kita tidak boleh lengah. Karhutla bisa terjadi kapan saja. Karena itu, kesiapsiagaan personel harus terus dijaga sehingga apabila ada laporan kebakaran, kita dapat bergerak cepat bersama unsur terkait,” tegasnya.
Selain kesiapan internal, Koramil Embaloh Hulu juga terus memperkuat sinergi dengan Polsek, pemerintah kecamatan, desa, BPBD, dan masyarakat.
Para Babinsa diminta aktif memantau wilayah, membangun komunikasi sosial, dan memberikan imbauan agar warga tidak membakar hutan dan lahan sembarangan.
Masih di Minggu, 30 Agustus 2026, informasi kobaran api datang dari Desa Nanga Dangkan, Kecamatan Silat Hulu.
Babinsa Koramil 1206-17/Silat Hulu langsung bergerak ke lokasi. Dengan medan yang tidak mudah dan cuaca yang terik, para Babinsa bahu membahu melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang tersedia. Mereka menyisir area terbakar dan memutus jalur rambatan api agar tidak meluas.
Semangat pantang menyerah ditunjukkan hingga api berhasil dikendalikan. Langkah cepat ini menjadi upaya nyata mencegah kebakaran meluas dan mengancam lingkungan serta aktivitas masyarakat.
Salah satu Babinsa di lokasi menyampaikan penanganan api harus dilakukan sedini mungkin. Jangan sampai api membesar dan meluas sehingga menimbulkan dampak yang lebih besar.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan mencegah Karhutla.”ajak salah satu Babinsa.
Terpisah, Komandan Kodim 1206 Putussibau, Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengatakan ketiga kegiatan ini menunjukkan satu benang merah sinergitas, kepedulian, dan kecepatan bertindak.
“Di tengah kondisi yang rawan Karhutla, kecepatan merespons setiap laporan titik api sangat menentukan. Api kecil yang dibiarkan dapat menjadi bencana besar dan menimbulkan kabut asap yang merugikan masyarakat luas, “kata Letkol Arm Andreas.
Andreas katakan dengan semangat “Pantang Pulang Sebelum Api Padam”, Babinsa Koramil 1206/Putussibau bersama Polsek dan BPBD menunjukkan bahwa menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla adalah tanggung jawab bersama.
“Upaya pemadaman, apel kesiapsiagaan, hingga edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar Kapuas Hulu tetap aman dari dampak Karhutla dan kabut asap, “pungkasnya mengakhiri.














