BERITA TERKININUSANTARAPEMERINTAHAN

Bea Cukai Nanga Badau Kerahkan PATMA BERANI 2026, Kepung Badau dari Jaringan Narkoba Lintas Negara

×

Bea Cukai Nanga Badau Kerahkan PATMA BERANI 2026, Kepung Badau dari Jaringan Narkoba Lintas Negara

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Dentum perang terhadap narkoba kembali ditabuh di ujung negeri. Di tapal batas Indonesia-Malaysia yang sunyi dan rawan, Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP C Nanga Badau resmi menggebrak dengan Operasi Patroli Bersama Berantas Rantai Narkoba (PATMA BERANI) 2026.

Ini bukan sekadar patroli rutin. Ini adalah operasi besar-besaran untuk memutus urat nadi peredaran gelap Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor (NPP) yang selama ini mengintai generasi muda di perbatasan Kalimantan Barat.

Operasi akbar tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala KPPBC TMP C Nanga Badau, Henry I. Sinuraya, di Aula KPPBC TMP C Nanga Badau, Rabu (23/9/2026).

Suasana aula mendadak tegang dan penuh determinasi. Hadir lengkap kekuatan penjaga perbatasan jajaran TNI-POLRI, petugas CIQ (Custom, Immigration, Quarantine), prajurit tangguh Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed-13/Nanggala, hingga aparat pemerintah daerah yang bersatu dalam satu komando.

Dalam sambutannya yang membakar semangat, Henry menegaskan satu hal musuh tidak bisa dilawan sendirian.

“Perbatasan adalah garda terdepan yang rawan disusupi peredaran gelap narkotika, sehingga kekuatan kita tidak akan optimal jika bergerak sendiri-sendiri. Kolaborasi antara Bea Cukai, TNI-POLRI, aparat penegak hukum lain serta peran tokoh masyarakat menjadi kunci untuk memutus mata rantai peredarannya,” tegas Henry.

Ia berharap, PATMA BERANI 2026 bukan hanya sekadar operasi penindakan, tetapi menjadi simbol kehadiran negara yang akan memperkuat kepercayaan masyarakat dan memberikan efek jera yang nyata, yang benar-benar menakutkan bagi para bandar dan kurir maut tersebut.

*Angka Mencengangkan: Ribuan Kilo Narkoba Disita*

Fakta yang dipaparkan Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan KPPBC Nanga Badau, Yunan Ahmadi, membuat bulu kuduk merinding. PATMA BERANI bukanlah agenda seremonial.

“Ini adalah instruksi langsung negara untuk mendukung Program Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden RI, khususnya poin ketujuh mengenai penguatan transformasi hukum, birokrasi, serta pemberantasan korupsi dan narkoba, “tegas Yunan.

Yunan mengungkapkan data yang mencengangkan. Tren penindakan NPP domestik oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai pada periode 2023–2026 terus melonjak naik dengan rata-rata 19,8 persen per tahun. Sebuah angka yang menunjukkan betapa masifnya serangan narkoba ke Indonesia.

“Di tahun 2026 sampai dengan bulan September ini saja, DJBC sudah melakukan penindakan sebanyak 1.170 kali dengan barang bukti mencapai kurang lebih 11.076 kilogram,” ungkap Yunan.

Lebih dari 11 ton racun berhasil digagalkan masuk ke tengah masyarakat. Bayangkan berapa juta jiwa yang berhasil diselamatkan.

Ia jelaskan, operasi yang berlangsung serentak di seluruh wilayah kerja Kanwil DJBC dan KPU Bea Cukai se-Indonesia ini digelar mulai 16 September hingga 16 Oktober 2026, dengan kick off nasional pada 17 September 2026.

“Tahun ini, operasi tersebut mengusung tema yang penuh keberanian “Bersinergi, Beraksi, Berantas Narkotika”, “kata Yunan.

Strateginya pun total. Mulai dari patroli rutin yang menyisir setiap jengkal titik masuk (entry point) resmi maupun jalur tikus, patroli gabungan yang melibatkan kekuatan penuh aparat penegak hukum, hingga dukungan intelijen senyap dan operasi penindakan bersama yang terukur.

*Modus Maut: Dari Sabu Hingga Happy Water dan POD Getar*

Perang ini semakin kompleks karena musuh terus berganti topeng. Yunan membongkar jenis-jenis barang haram yang kini marak diselundupkan melalui perbatasan darat Badau.

Tidak hanya sabu kristal putih yang mematikan dan pil ekstasi/MDMA, kini muncul tren baru yang menyasar anak muda dengan kemasan yang menipu: cairan vape berbahan etomidate yang dikenal dengan istilah jalanan “POD Getar”, hingga minuman berbahaya yang dikemas menarik bernama “Happy Water”.

“Modus penyelundupannya pun kian licik dan nekat. Para sindikat menggunakan berbagai cara, mulai dari penyamaran dalam kargo logistik, pemberitahuan pabean palsu, hingga cara-cara ekstrem yang mempertaruhkan nyawa seperti body strapping (menempelkan narkoba di tubuh) dan swallowing (menelan bungkusan narkotika dalam perut), “terang Yunan.

Usai pemaparan yang membuka mata semua pihak, tanpa menunggu lama, seluruh personel gabungan langsung bergerak. Dengan persenjataan lengkap dan semangat membara, mereka menggelar patroli bersama meninjau titik-titik paling rawan di sepanjang garis perbatasan Kecamatan Badau. Langkah kaki prajurit Satgas Pamtas TNI Batalyon Armed 13/Nanggala berpadu dengan petugas Bea Cukai menyusuri hutan dan pos-pos perbatasan.

*Jeritan dari Badau: Selamatkan Anak Muda Kami*

Di tengah semangat operasi tersebut, sebuah suara lirih namun menghentak datang dari Kepala Desa Badau, Sukimin dengan nada penuh kekhawatiran, ia menyampaikan realita pahit yang terjadi di kampung halamannya.

Ia menyebut, PATMA BERANI 2026 menjadi momentum yang sangat dinanti. Pasalnya, peredaran NPP sudah sangat meresahkan dan kian marak menyasar anak-anak muda di Badau.

“Iming-iming upah tinggi di tengah kondisi finansial yang tidak menentu kerap menjadi celah bagi generasi muda setempat untuk terjerumus ke dalam jaringan peredaran narkoba,” keluh Sukimin.

Bagi anak muda perbatasan dengan keterbatasan lapangan kerja, tawaran menjadi kurir dengan bayaran jutaan rupiah menjadi jebakan maut yang sulit ditolak. Mereka adalah korban dari sistem jaringan besar yang kejam.

Oleh karena itu, ia menitipkan harapan besar. Ia berharap pemberantasan kali ini tidak hanya berhenti pada level pengedar lapangan atau kurir-kurir kecil yang notabene adalah warga lokal yang terdesak ekonomi.

Ia meminta aparat menelusuri hingga ke akar-akarnya, menangkap otak dan bandar besar, pelaku utama di balik jaringan internasional tersebut. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra