MATTANEWS.CO, JAMBI – Kolaborasi antara Kepolisian, perguruan tinggi, dan masyarakat dinilai penting dalam menghadapi persoalan keamanan yang semakin kompleks. Hal itu disampaikan Wakapolda Jambi Brigjen Pol. K. Yani Sudarto saat menjadi narasumber Kuliah Umum Fakultas Hukum Universitas Batanghari, Sabtu (26/9/2026).
Kuliah umum yang berlangsung di Aula Abdurrahman Sayoeti Universitas Batanghari tersebut mengangkat tema “Polda Jambi, Kampus dan Masyarakat Kolaborasi dalam Kebijakan Kriminal Menuju Jambi yang Aman, Tertib dan Berkeadilan.”
Kegiatan dihadiri Rektor Universitas Batanghari Dr. Yunan Surono, S.E., M.M., Dekan Fakultas Hukum Universitas Batanghari Dr. Nyimas Eny Fitria Wardhani, S.H., M.H., civitas akademika, serta sekitar 100 mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Batanghari.
Dalam pemaparannya, Yani menjelaskan bahwa persoalan keamanan saat ini dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari sosial, politik, ekonomi, perkembangan teknologi hingga lingkungan.
Menurutnya, persoalan keamanan tidak cukup dihadapi melalui penindakan hukum. Kesadaran dan kepatuhan hukum masyarakat serta keterlibatan berbagai elemen dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan keamanan yang berkelanjutan.
“Permasalahan keamanan tidak bisa hanya diselesaikan melalui penindakan hukum. Masyarakat juga memiliki peran penting melalui kepatuhan terhadap hukum serta keterlibatan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan,” ujar Yani.
Ia juga mengutip pemikiran Barry Buzan yang memperluas perspektif keamanan, tidak hanya berkaitan dengan aspek militer, tetapi juga mencakup lingkungan, sosial, ekonomi, dan politik.
Dalam konteks kebijakan penanganan kriminal, Yani menyebut paradigma penegakan hukum juga berkembang dari pendekatan yang lebih represif menuju pendekatan preventif dengan mengedepankan upaya pencegahan kejahatan.
Perguruan tinggi, kata dia, memiliki posisi strategis sebagai mitra pengetahuan bagi Kepolisian. Kampus tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga dapat berperan dalam menghasilkan kajian dan pengetahuan yang mendukung kebijakan keamanan.
“Kampus bukan hanya menjadi tempat seminar atau diskusi, tetapi dapat menjadi mitra dalam memproduksi pengetahuan. Kolaborasi antara Kepolisian, kampus dan masyarakat inilah yang dapat membangun collaborative security,” jelasnya.
Yani juga menyampaikan bahwa Mabes Polri telah menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi sebagai mitra pengetahuan Kepolisian. Ia menyatakan akan mengusulkan Universitas Batanghari untuk turut menjadi bagian dari kemitraan tersebut.
Lebih lanjut, Wakapolda Jambi menekankan pentingnya perubahan paradigma dari policing menuju public trust. Menurutnya, keberhasilan Kepolisian tidak semata-mata dilihat dari jumlah perkara yang diselesaikan, tetapi juga dari kemampuan mencegah kejahatan, menciptakan rasa aman, serta membangun kepercayaan masyarakat.
“Keberhasilan Kepolisian bukan hanya diukur dari berapa banyak perkara yang diselesaikan. Kita juga harus melihat apakah kejahatan berkurang, apakah masyarakat merasa aman, dan apakah masyarakat semakin percaya kepada polisi,” ungkapnya.
Ia menambahkan, keamanan akan semakin kuat ketika kewenangan Kepolisian, pengetahuan akademik, dan pengalaman masyarakat dapat dipadukan melalui kolaborasi yang konstruktif.
“Keamanan lahir ketika kewenangan, pengetahuan dan pengalaman masyarakat dapat dikolaborasikan. Karena itu, sinergi antara Kepolisian, perguruan tinggi dan masyarakat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Jambi yang aman, tertib dan berkeadilan,” pungkasnya.
Sementara itu, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol. Erlan Munaji mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi dan kolaborasi antara Kepolisian dan dunia akademik.
“Kami menyambut baik kegiatan kuliah umum ini. Dunia akademik memiliki peran penting dalam memberikan perspektif ilmiah, kajian dan gagasan yang dapat mendukung pelaksanaan tugas Kepolisian, khususnya dalam menghadapi perkembangan persoalan keamanan dan kriminalitas yang semakin kompleks,” ujar Erlan.
Ia menambahkan, Polda Jambi terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk perguruan tinggi, dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Kolaborasi antara Kepolisian, kampus dan masyarakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan diskusi, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat nyata, terutama dalam upaya pencegahan kejahatan, peningkatan kesadaran hukum dan penguatan kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian,” jelasnya.














