MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Produk unggulan Sumatera Selatan (Sumsel), mulai dari kerupuk, kelapa segar, kopi hingga rempah-rempah, semakin berpeluang memperluas pasar internasional. Hal ini tercermin dari nilai kesepakatan perdagangan pengusaha muda Sumsel dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 yang mencapai Rp501,40 miliar.
Nilai tersebut meningkat Rp195,06 miliar dibandingkan capaian sebelumnya. Kenaikan ini didorong oleh tambahan dua kesepakatan perdagangan PT Awan Crackers Food Indonesia dengan mitra dari Belanda dan Arab Saudi, dengan nilai potensial mencapai Rp195,05 miliar.
Salah satu kesepakatan yang mencuri perhatian adalah potensi perdagangan kerupuk ke Belanda senilai USD10 juta atau setara Rp180,40 miliar per tahun. Kesepakatan ini menunjukkan bahwa produk pangan lokal Sumsel memiliki peluang untuk bersaing dan menjangkau konsumen di pasar Eropa.
Selain Belanda, PT Awan Crackers Food Indonesia juga menjalin kerja sama perdagangan kerupuk dengan Al Ittifaq dari Arab Saudi senilai USD811.920 atau sekitar Rp14,65 miliar per tahun.
Dengan tambahan tersebut, perusahaan ini membukukan lima kesepakatan perdagangan internasional dengan total nilai potensial Rp239,40 miliar.
Tiga kesepakatan lainnya mencakup perdagangan kerupuk dengan Guangzhou LJ International Trade Co., Ltd. asal Tiongkok senilai USD1 juta per tahun, perdagangan dengan Lunchuan Gaosheng Trading Company senilai Rp11,314 miliar per tahun, serta perdagangan lada hitam dan lada putih dengan JIN JIH BAO AN asal Taiwan senilai Rp15 miliar per tahun.
Secara keseluruhan, pengusaha muda Sumsel mencatatkan sembilan kesepakatan perdagangan internasional yang melibatkan empat perusahaan. Total nilai potensialnya mencapai USD26.335.312 dan Rp26,314 miliar, atau setara sekitar Rp501,40 miliar dengan asumsi kurs Rp18.040 per dolar AS.
Selain PT Awan Crackers Food Indonesia, peluang ekspor tersebut juga datang dari PT Razade Coconut Indonesia yang menjalin dua kerja sama perdagangan kelapa segar dengan mitra asal Tiongkok senilai USD9 juta per tahun.
PT Fornax Charcoal International turut mencatatkan kesepakatan perdagangan arang tempurung kelapa dengan mitra asal Rusia senilai USD5 juta hingga akhir 2027. Sementara itu, PT Agri Ekspor Indonesia menjalin kesepakatan perdagangan biji kopi dengan mitra asal Rusia senilai USD523.392 hingga akhir 2027.
Beragam komoditas tersebut memperlihatkan luasnya peluang pengembangan ekspor Sumsel. Tidak hanya mengandalkan komoditas perkebunan, produk olahan pangan seperti kerupuk juga berpotensi menjadi salah satu andalan untuk memperkenalkan produk daerah ke pasar global.
Penandatanganan kesepakatan perdagangan tersebut telah diumumkan pada 17 Oktober 2026 dalam rangkaian TEI 2026 dan turut disaksikan Menteri Perdagangan RI Budi Santoso. Ajang ini menjadi sarana bagi pengusaha muda untuk mempertemukan produk unggulan daerah dengan calon mitra dagang dari berbagai negara.
Pencapaian tersebut tidak terlepas dari sinergi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Selatan, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumatera Selatan, serta industri jasa keuangan dalam memperluas akses pasar dan memperkuat daya saing pelaku usaha.
Kolaborasi itu juga menjadi bagian dari pengembangan ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Perdagangan berperan dalam mempromosikan produk unggulan daerah sekaligus memperluas akses pasar, sedangkan OJK bersama industri jasa keuangan mendorong akses pembiayaan serta pemanfaatan produk dan layanan keuangan untuk mendukung pertumbuhan usaha.
Di sisi lain, HIPMI Sumatera Selatan berperan memperluas jejaring bisnis dan membangun kemitraan antarpengusaha muda. Sinergi tersebut diharapkan dapat membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memenuhi permintaan pasar internasional, serta menjaga kesinambungan perdagangan.
Meski nilai kesepakatan telah mencapai ratusan miliar rupiah, tindak lanjut menuju kontrak perdagangan dan realisasi ekspor tetap menjadi tahapan penting. Kesiapan produksi, pemenuhan standar pasar tujuan, serta keberlanjutan pasokan menjadi faktor yang perlu diperhatikan agar peluang tersebut dapat memberikan manfaat ekonomi secara nyata.
OJK Sumsel bersama Pemprov Sumsel, HIPMI, industri jasa keuangan, dan pemangku kepentingan lainnya akan terus memperkuat ekosistem 100.000 Sultan Muda Sumsel. Upaya ini diharapkan semakin membuka jalan bagi pengusaha muda daerah untuk menembus pasar global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan.














