MATTANEWS.CO, MALANG – Pemerintah Kota Malang terus menggenjot penanganan banjir melalui pembangunan drainase dan rehabilitasi jalan di kawasan kios Pasar Gadang, Kecamatan Sukun. Namun, upaya tersebut membutuhkan dukungan masyarakat agar solusi jangka panjang dapat berjalan optimal.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur saja tidak cukup untuk mengatasi persoalan banjir. Masyarakat juga harus menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan mencegah sampah rumah tangga masuk ke saluran drainase.
Tumpukan sampah domestik masih mengganggu aliran air di kawasan tersebut. Kondisi ini menjadi perhatian pemerintah karena saluran yang tersumbat dapat menghambat fungsi drainase saat hujan turun.
Wahyu menyampaikan hal itu saat menemui awak media pada Selasa (20/10/2026). Ia mengingatkan warga agar tidak menjadikan saluran air sebagai tempat pembuangan sampah.
“Persoalan drainase tersumbat sampah ini bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan kesadaran dari masyarakat sendiri. Jangan membuang sampah sembarangan, apalagi menjadikan saluran drainase sebagai tempat pembuangan sampah,” tegas Wahyu.
Pemkot Malang Perkuat Edukasi Pengelolaan Sampah
Untuk mengatasi persoalan tersebut, Pemkot Malang menyiapkan sejumlah langkah yang menggabungkan penanganan teknis dengan perubahan perilaku masyarakat.
Wahyu menjelaskan, pemerintah akan meningkatkan sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Langkah ini menyasar warga di sekitar Pasar Gadang agar mereka memahami pentingnya menjaga kebersihan saluran air.
“Ada beberapa langkah yang akan dilakukan, seperti mengintensifkan sosialisasi pengelolaan sampah domestik secara masif kepada warga di sekitar kawasan Pasar Gadang,” jelasnya.
Selain edukasi, Pemkot Malang akan memperkuat pengawasan di lapangan. Pemerintah mengerahkan satuan tugas (satgas) dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) untuk memantau kondisi lingkungan secara berkala.
Pengawasan tersebut diharapkan dapat membantu petugas mendeteksi gangguan pada saluran drainase sekaligus mendorong warga lebih disiplin dalam mengelola sampah.
Gotong Royong Jadi Kunci Menjaga Drainase
Wahyu juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga fungsi drainase. Menurutnya, budaya gotong royong perlu tumbuh melalui kegiatan pembersihan saluran air secara rutin.
Karena itu, Pemkot Malang mendorong perangkat daerah terkait untuk berkolaborasi dengan warga dalam kegiatan kerja bakti. Langkah ini sekaligus memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan di sekitar tempat tinggal dan kawasan perdagangan.
“Jadi, diperlukan pembangunan budaya gotong royong dalam pembersihan saluran drainase secara berkala dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat,” ujar Wahyu, Rabu (21/10/2026).
Pembangunan Fisik Harus Sejalan dengan Kesadaran Warga
Wahyu menegaskan bahwa pembangunan koridor jalan dan drainase harus berjalan beriringan dengan upaya membangun kesadaran masyarakat. Pemerintah tidak ingin infrastruktur yang telah dibangun kembali terganggu akibat kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Ia juga meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk terus menjalankan pemantauan dan mengajak masyarakat menjaga lingkungan bersama-sama.
“Harus ada target yang berjalan antara pembangunan fisik koridor jalan/drainase dan kesadaran masyarakat. Tim dari OPD terkait seperti LH dan PU terus bergerak melalui Satgas untuk memonitor sekaligus menggelar kerja bakti bersama warga,” pungkasnya.
Melalui langkah tersebut, Pemkot Malang berupaya memperkuat penanganan banjir di kawasan Pasar Gadang. Pemerintah berharap perbaikan infrastruktur, pengawasan rutin, edukasi pengelolaan sampah, dan partisipasi warga dapat berjalan seiring untuk menjaga kelancaran aliran air.














