BERITA TERKINIEKONOMI & BISNISHEADLINENUSANTARAPEMERINTAHAN

Khofifah Gratiskan Trans Jatim Bagi Penyandang Disabilitas di Malang Raya

×

Khofifah Gratiskan Trans Jatim Bagi Penyandang Disabilitas di Malang Raya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.COM, MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat akses transportasi publik yang inklusif melalui pengoperasian Trans Jatim Koridor II di Malang Raya. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan, penyandang disabilitas berhak menikmati fasilitas transportasi tersebut tanpa dipungut biaya sesuai ketentuan yang berlaku.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim dalam membangun sistem transportasi massal yang tidak sekadar menghubungkan antardaerah. Pemerintah juga mendorong pemerataan akses agar seluruh kelompok masyarakat dapat menikmati layanan publik secara aman dan nyaman.

Penegasan tersebut disampaikan Khofifah dalam peresmian operasional Trans Jatim Koridor II Malang Raya. Acara itu turut dihadiri jajaran Forkopimda Jawa Timur, kepala daerah se-Malang Raya, serta sejumlah pemangku kepentingan.

Khofifah Dorong Transportasi Publik Inklusif

Khofifah menempatkan kesetaraan akses sebagai salah satu aspek penting dalam pengembangan transportasi publik. Menurutnya, penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang sama untuk menggunakan fasilitas transportasi umum.

“Transportasi publik tidak boleh hanya berorientasi pada konektivitas dan kemudahan perjalanan. Lebih dari itu, layanan ini harus mampu menghadirkan kesetaraan akses bagi seluruh masyarakat. Penyandang disabilitas memiliki hak yang sama untuk memperoleh transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau,” ujarnya, Jum’at (30/10/2026)

Melalui kebijakan tarif gratis, Pemprov Jatim berupaya mengurangi hambatan biaya perjalanan bagi penyandang disabilitas. Langkah ini sekaligus memperluas kesempatan mereka dalam mengakses berbagai fasilitas, kegiatan sosial, pendidikan, maupun aktivitas ekonomi.

Dengan demikian, pengembangan Trans Jatim tidak hanya berorientasi pada peningkatan konektivitas, tetapi juga memperhatikan prinsip pelayanan publik tanpa diskriminasi.

Integrasi Koridor Perkuat Mobilitas Malang Raya

Di sisi lain, pengoperasian Koridor I dan II Trans Jatim menjadi langkah strategis untuk memperkuat jaringan transportasi massal di Malang Raya.

Integrasi antarkoridor memberikan pilihan perjalanan yang lebih luas bagi masyarakat. Penumpang dapat melanjutkan perjalanan melalui mekanisme transit sesuai jaringan layanan yang tersedia.

Khofifah menilai konektivitas tersebut perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas operasional. Efisiensi waktu perjalanan, keterjangkauan tarif, serta kenyamanan penumpang menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap angkutan umum.

“Integrasi antarkoridor diharapkan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam menjangkau berbagai wilayah. Dengan pilihan transportasi umum yang semakin terkoneksi, masyarakat memiliki alternatif perjalanan yang lebih praktis dan efisien,” demikian usulan petikan sambutan Gubernur Jawa Timur yang perlu diverifikasi.

Nyono: Transportasi Massal Harus Mudah Diakses

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dr. Ir. Nyono, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., menjelaskan bahwa pengoperasian Koridor II merupakan bagian dari penguatan sistem transportasi publik yang terintegrasi dan mudah dijangkau.

Menurut Nyono, pengembangan angkutan massal tidak cukup hanya melalui penambahan armada dan perluasan rute. Pemerintah juga perlu memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, keterjangkauan biaya, serta aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

“Pengembangan Trans Jatim kami arahkan untuk menghadirkan layanan transportasi publik yang semakin mudah dijangkau masyarakat. Integrasi antarkoridor diharapkan memberikan kemudahan mobilitas, mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi, sekaligus mendorong masyarakat beralih menggunakan angkutan umum,” ujar Nyono.

Ia menambahkan, layanan yang ramah terhadap penyandang disabilitas menjadi bagian penting dalam peningkatan kualitas transportasi publik.

“Prinsipnya, transportasi publik harus dapat dimanfaatkan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, kemudahan akses dan peningkatan kualitas pelayanan harus berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan Trans Jatim,” tambahnya.

Nyono berharap operasional Koridor II mampu memperkuat konektivitas kawasan Malang Raya. Selain itu, layanan tersebut diharapkan meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum untuk menunjang mobilitas sehari-hari.

Kurangi Kemacetan dan Ketergantungan Kendaraan Pribadi

Pengembangan Trans Jatim juga diarahkan untuk menjawab persoalan kepadatan lalu lintas di kawasan perkotaan. Pemerintah mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi massal.

Semakin banyak masyarakat menggunakan angkutan umum, semakin besar pula peluang untuk mengurangi volume kendaraan di jalan raya. Upaya ini juga diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan serta membangun budaya berlalu lintas yang lebih tertib.

Melalui pengoperasian Koridor II, Pemprov Jatim berupaya memperkuat transportasi publik di Malang Raya dengan mengedepankan konektivitas, keselamatan, kenyamanan, dan kesetaraan akses.

Kehadiran Trans Jatim diharapkan menjadi alternatif mobilitas yang semakin terjangkau sekaligus membuka akses perjalanan lebih luas bagi seluruh masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

Penulis: M Solikin
Editor: Selfy