BERITA TERKINIHUKUM & KRIMINAL

Akhirnya Damai! Kapolres Kapuas Hulu Akui Kekhilafan, Insiden Terminal Kedamin Diselesaikan Lewat Hukum Adat

×

Akhirnya Damai! Kapolres Kapuas Hulu Akui Kekhilafan, Insiden Terminal Kedamin Diselesaikan Lewat Hukum Adat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – Persoalan insiden yang terjadi saat kegiatan kurve Jumat Bersih di Terminal Bus Kedamin, Kecamatan Putussibau Selatan, Kabupaten Kapuas Hulu, akhirnya menemui titik terang.

Insiden dugaan pemukulan yang diduga melibatkan Kapolres Kapuas Hulu tersebut sebelumnya menjadi sorotan setelah videonya viral di media sosial.

Kini, kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan melalui jalur kekeluargaan dengan mengedepankan musyawarah dan mekanisme hukum adat Punan Uheng Kareho.

Kesepakatan damai itu tercapai dalam pertemuan yang berlangsung di Ruangan Kapolres Kapuas Hulu, Jumat (30/10/2026), sekitar pukul 13.30 WIB.

Pertemuan tersebut difasilitasi langsung Kapolres Kapuas Hulu AKBP Wisnu Perdana Putra dan dihadiri Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro, jajaran Polres Kapuas Hulu, Ketua DPD Satria Borneo Raya (TBBR) Kapuas Hulu Yohanes, perwakilan anggota TBBR, keluarga IKI ADI, serta masyarakat yang terlibat dalam peristiwa tersebut.

Dalam pertemuan itu, Kapolres Kapuas Hulu menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada IKI ADI dan keluarganya. Wisnu juga mengakui adanya kekhilafan dalam peristiwa yang terjadi saat kegiatan kurve di Terminal Kedamin.

“Secara pribadi, saya menyampaikan permohonan maaf kepada saudara IKI ADI dan keluarga atas peristiwa yang terjadi saat kegiatan kurve di Terminal Kedamin. Saya mengakui adanya kekhilafan dalam peristiwa tersebut dan menyesali kejadian yang telah menimbulkan kekecewaan di tengah masyarakat,” kata Kapolres.

Wisnu juga menyatakan menghormati keputusan bersama untuk menyelesaikan persoalan tersebut melalui musyawarah dan mekanisme hukum adat Punan Uheng Kareho.

“Bagi kami, menjaga hubungan baik, persaudaraan, serta keharmonisan dengan masyarakat merupakan hal yang sangat penting. Saya berharap dengan tercapainya kesepakatan damai ini, tidak ada lagi persoalan yang berlarut-larut,” tuturnya.

Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi pembelajaran bersama agar seluruh pihak lebih mengedepankan pengendalian diri, komunikasi, sikap saling menghormati, serta penyelesaian persoalan secara bijaksana.

“Kami juga berkomitmen menjaga situasi kamtibmas agar tetap aman dan kondusif. Polri harus selalu hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat serta mampu membangun kepercayaan melalui sikap humanis dan tanggung jawab,” ucapnya.

Sebagai bentuk kesungguhan menyelesaikan persoalan, Wisnu bahkan menyatakan kesediaannya mengikuti ketentuan hukum adat yang berlaku.

Dalam kesempatan yang sama, Dandim 1206/Putussibau Letkol Arm Andreas Prabowo Putro mengajak seluruh pihak untuk mengedepankan sikap saling memaafkan dan menjaga persatuan.

“Mari kita sama-sama menjaga persatuan dan keamanan daerah karena merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat menahan diri, menghindari kesalahpahaman, serta bersama-sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) agar tetap kondusif di Kabupaten Kapuas Hulu,” kata Andreas.

Sementara itu, Ketua DPD Satria Borneo Raya Kapuas Hulu, Yohanes, menyampaikan apresiasi atas langkah Kapolres yang telah membuka ruang komunikasi dan memfasilitasi pertemuan tersebut.

Menurutnya, keberanian mengakui kekhilafan dan menyampaikan permohonan maaf merupakan bentuk itikad baik dalam menyelesaikan persoalan.

Yohanes berharap penyelesaian melalui pendekatan kekeluargaan dan hukum adat dapat menjadi jalan bagi seluruh pihak untuk mengakhiri perselisihan sekaligus menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat dan aparat keamanan.

Dari pihak keluarga IKI ADI, kekecewaan atas kejadian tersebut juga disampaikan dalam pertemuan. Namun, dengan mempertimbangkan nilai-nilai kearifan lokal, persaudaraan, dan penyelesaian secara kekeluargaan, pihak keluarga menyatakan bersedia menerima permohonan maaf serta menyelesaikan persoalan melalui mekanisme adat.

MUSYAWARAH BERUJUNG KESEPAKATAN DAMAI

Setelah melalui pembicaraan dan penyampaian pandangan dari masing-masing pihak, pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan damai.

Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan dengan mengedepankan hukum adat Punan Uheng Kareho.

Selain itu, pihak keluarga bersama perwakilan Polres Kapuas Hulu akan melakukan konfirmasi bersama terkait persoalan yang terjadi guna memperjelas permasalahan dan memastikan proses penyelesaian berjalan dengan baik.

Kesepakatan tersebut menjadi titik akhir dari perselisihan yang sebelumnya menyita perhatian masyarakat. Komunikasi dan musyawarah menjadi jalan yang dipilih kedua belah pihak untuk menyelesaikan persoalan dengan tetap menghormati nilai-nilai adat setempat.

Peristiwa di Terminal Kedamin sekaligus menjadi pengingat pentingnya ruang dialog dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat, tanpa mengesampingkan nilai-nilai adat serta ketentuan hukum yang berlaku.

Polres Kapuas Hulu berharap kesepakatan damai tersebut menjadi awal yang baik untuk mempererat hubungan antara Polri, tokoh adat, organisasi kemasyarakatan, keluarga, dan seluruh elemen masyarakat.

Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, seluruh pihak diharapkan terus menjaga keamanan, ketertiban, serta kedamaian di Bumi Uncak Kapuas.

Sebab, perdamaian bukan sekadar mengakhiri perselisihan, tetapi juga tentang keberanian mengakui kesalahan, kesediaan memaafkan, dan kemauan untuk kembali berjalan bersama. (*)

Penulis: Bayu Hary Widodo
Editor: Riki Okta Putra