MATTANEWS.CO, JAKARTA – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jambi, Jonson Siagian, menghadiri pembukaan Forum Bisnis Paten Indonesia (FBPI) Tahun 2026 yang diselenggarakan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) di Jakarta International Convention Center (JICC), Selasa (3/11/2026).
Mengusung tema “Paten Penggerak Ekonomi Kerakyatan”, forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi antara inventor, pelaku industri, investor, dan lembaga pembiayaan dalam mendorong hilirisasi serta komersialisasi hasil inovasi nasional.
Sebelum mengikuti pembukaan resmi, Jonson Siagian terlebih dahulu menghadiri agenda Patent Townhall Pitching yang berlangsung sejak pagi. Kegiatan tersebut menghadirkan sejumlah perusahaan dari sektor kendaraan listrik, rekayasa, teknologi hijau, dan Internet of Things (IoT).
Forum ini membahas kebutuhan teknologi industri sekaligus membuka peluang kerja sama dengan inventor dan pemegang paten. Melalui penjajakan tersebut, hasil penelitian dan inovasi diharapkan dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi yang mampu menjawab kebutuhan pasar.
Rangkaian pembukaan FBPI 2026 diawali dengan laporan pelaksanaan oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual, Hermansyah Siregar. Dalam laporannya, ia menjelaskan bahwa forum tersebut dirancang untuk mempertemukan pemegang paten dengan mitra strategis melalui pertemuan bisnis, penjajakan kemitraan, hingga konsultasi pembiayaan.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas akses inventor terhadap dunia industri sekaligus mempercepat pemanfaatan hasil invensi secara komersial.
Agenda kemudian dilanjutkan dengan pengumuman pemenang Indonesia Patent Awards 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada inventor, peneliti, dan lembaga yang berkontribusi dalam menghasilkan inovasi serta karya paten.
Penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi para inovator untuk terus mengembangkan teknologi sekaligus memperkuat peran kekayaan intelektual dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Dalam sambutan dan arahannya, Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, menyampaikan komitmen pemerintah untuk memperkuat ekosistem kekayaan intelektual melalui dukungan pembiayaan dan kolaborasi lintas sektor.
Ia mengungkapkan adanya alokasi anggaran sebesar Rp10 triliun untuk mendukung pembiayaan kegiatan di bidang kekayaan intelektual, khususnya bagi inventor dan lembaga penelitian.
Selain itu, pemerintah juga mendorong keterlibatan 35 kementerian dalam membangun ekosistem inovasi yang terintegrasi, mulai dari penelitian dasar, pengembangan teknologi terapan, hingga pemanfaatannya oleh sektor industri.
Selanjutnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI memberikan sambutan sekaligus membuka secara resmi FBPI 2026.
Dalam arahannya, ia mengapresiasi upaya Kementerian Hukum melalui DJKI dalam menyederhanakan dan mempermudah akses layanan pendaftaran kekayaan intelektual, baik paten, merek, hak cipta, maupun bentuk kekayaan intelektual lainnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat hubungan antara dunia akademik, lembaga penelitian, dan sektor industri. Menurutnya, inovasi tidak seharusnya berhenti pada tahap penelitian atau publikasi ilmiah, tetapi perlu didorong menjadi produk yang dapat diproduksi, dipasarkan, dan dimanfaatkan secara luas.
Dengan demikian, hasil invensi berpotensi menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kehadiran Jonson Siagian dalam rangkaian FBPI 2026, mulai dari agenda penjajakan kerja sama teknologi hingga pembukaan resmi, menjadi bagian dari dukungan Kanwil Kemenkum Jambi terhadap penguatan ekosistem kekayaan intelektual yang berorientasi pada pemanfaatan ekonomi.
Forum nasional ini juga menjadi kesempatan untuk memperluas peluang kolaborasi bagi inventor, akademisi, dan pelaku usaha di Provinsi Jambi dalam mengembangkan hasil penelitian serta inovasi daerah yang berpotensi memperoleh pelindungan paten.
Melalui partisipasi tersebut, Kanwil Kemenkum Jambi diharapkan terus mendorong kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pelindungan dan pemanfaatan kekayaan intelektual.
Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pembiayaan diharapkan dapat membuka jalan bagi inovasi daerah untuk berkembang menjadi produk unggulan yang berdaya saing serta memberikan kontribusi bagi perekonomian Jambi.














