BeritaBERITA TERKININUSANTARAPOLITIK

Ulil Mustofa Deklarasi Maju Calon Ketum PB HMI, Firdaus Hasbullah: Punya Rekam Jejak Organisasi yang Kuat

×

Ulil Mustofa Deklarasi Maju Calon Ketum PB HMI, Firdaus Hasbullah: Punya Rekam Jejak Organisasi yang Kuat

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Kader asal Sumatera Selatan, Ulil Mustofa, resmi mendeklarasikan diri sebagai bakal calon Ketua Umum Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI).

Deklarasi tersebut mendapat respons positif dari kalangan alumni HMI di Sumatera Selatan. Salah satunya datang dari Ketua Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Firdaus Hasbullah, S.H., M.H., yang juga menjabat Wakil Ketua DPRD PALI.

Firdaus menilai, munculnya kader Sumatera Selatan dalam kontestasi kepemimpinan PB HMI merupakan bagian penting dari dinamika demokrasi organisasi sekaligus regenerasi kepemimpinan di tubuh HMI.

Menurutnya, kader daerah harus memiliki kesempatan yang sama untuk tampil dan mengambil peran dalam kepemimpinan organisasi di tingkat nasional.

“Ini adalah dinamika yang sehat. Regenerasi kepemimpinan harus terus berjalan. HMI tidak boleh stagnan, HMI harus terus melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang berani mengambil tanggung jawab,” ujar Firdaus, Jumat (6/11/2026).

Rekam Jejak Organisasi Ulil Mustofa

Firdaus menegaskan, dukungannya terhadap munculnya Ulil bukan semata-mata karena faktor kedaerahan. Ia menilai, Ulil memiliki pengalaman organisasi yang cukup panjang, mulai dari tingkat komisariat hingga pernah menjadi bagian dari kepengurusan PB HMI.

Ulil tercatat pernah memimpin HMI Komisariat Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang pada 2017. Selanjutnya, ia terpilih sebagai Ketua Umum/Formatur HMI Cabang Palembang periode 2021–2022.

Pada 2024, namanya juga sempat masuk dalam dinamika pencalonan Ketua Umum Badan Koordinasi (Badko) HMI Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

“Adinda Ulil Mustofa memiliki pengalaman dan rekam jejak organisasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia pernah memimpin HMI Komisariat Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Raden Fatah Palembang pada 2017, kemudian terpilih sebagai Ketua Umum/Formatur HMI Cabang Palembang periode 2021–2022. Bahkan, pada 2024, namanya juga sempat masuk dalam dinamika pencalonan Ketua Umum Badko HMI Sumbagsel,” ungkap Firdaus.

Selain pengalaman di lingkungan HMI, Ulil juga memiliki pengalaman sebagai anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) serta terlibat dalam advokasi berbagai persoalan kemasyarakatan di Sumatera Selatan.

Bagi Firdaus, pengalaman tersebut menjadi modal tambahan dalam membangun perspektif kepemimpinan, terutama terkait demokrasi, pengawasan, dan persoalan publik.

Ketua Umum HMI Harus Punya Gagasan Besar

Lebih jauh, Firdaus mengingatkan bahwa kepemimpinan HMI tidak semestinya hanya berorientasi pada kemenangan dalam kontestasi atau perebutan jabatan struktural.

Seorang Ketua Umum PB HMI, menurutnya, harus memiliki kapasitas intelektual, kematangan emosional, integritas moral, kemampuan mengonsolidasikan kader, serta keberanian merespons berbagai persoalan kebangsaan.

“HMI membutuhkan pemimpin yang tidak hanya kuat dalam konsolidasi organisasi, tetapi juga memiliki gagasan besar tentang masa depan Indonesia. Ketua Umum HMI harus mampu menjaga independensi organisasi, memperkuat tradisi intelektual, merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, serta memastikan HMI tetap relevan dalam menjawab tantangan zaman,” tegasnya.

Ia juga berharap kontestasi kepemimpinan PB HMI dapat menjadi ruang pertarungan gagasan dan intelektual yang sehat di antara seluruh kader.

Menurut Firdaus, proses pemilihan harus tetap menjunjung tinggi independensi, persaudaraan, dan etika organisasi. Dengan demikian, kontestasi tidak terjebak pada kepentingan transaksional maupun persaingan yang justru merusak solidaritas antarkader.

KAHMI PALI Dorong Regenerasi Kepemimpinan

Sebagai Ketua MD KAHMI PALI, Firdaus menyebut alumni memiliki tanggung jawab moral untuk mendorong lahirnya generasi pemimpin HMI yang berkualitas.

Ia berharap semakin banyak kader potensial yang berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

“Kami di KAHMI tentu berharap semakin banyak kader terbaik yang berani mengambil tanggung jawab kepemimpinan. Siapa pun yang nantinya mendapatkan amanah, yang paling utama adalah bagaimana HMI tetap menjadi laboratorium kepemimpinan, kawah candradimuka intelektual, sekaligus rumah perjuangan bagi generasi muda Indonesia,” tuturnya.

Menutup pernyataannya, Firdaus berpesan agar Ulil menjadikan deklarasi pencalonan tersebut sebagai awal dari proses pengabdian yang lebih luas, dengan menawarkan gagasan, visi, dan program konkret bagi masa depan HMI.

“Selamat berproses, adinda Ulil Mustofa. Jadikan kontestasi ini sebagai ruang pengabdian, bukan sekadar perebutan jabatan. Sebab, kebesaran seorang pemimpin tidak hanya diukur dari posisi yang berhasil diraih, tetapi dari gagasan, keteladanan, dan kontribusi yang ditinggalkan bagi organisasi, umat, dan bangsa,” pungkasnya.

Penulis: Santo
Editor: Riki Okta Putra