MATTANEWS.CO, PALI – Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) mencatat pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 1,20 persen pada 2026. Angka tersebut disebut menjadi yang tertinggi dibandingkan 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan.
Capaian ini menjadi catatan positif bagi Kabupaten PALI dalam upaya meningkatkan kualitas pembangunan manusia, sekaligus menjadi perhatian terhadap arah kebijakan pembangunan di bawah kepemimpinan Bupati PALI, Asgianto, S.T.
IPM merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur kualitas pembangunan manusia melalui tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak.
Ketiga dimensi tersebut menggambarkan pentingnya pembangunan yang tidak hanya berorientasi pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.
Pertumbuhan IPM sebesar 1,20 persen menjadi indikator positif bagi pemerintah daerah. Namun, capaian tersebut juga membutuhkan konsistensi kebijakan agar peningkatan kualitas hidup dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat hingga ke wilayah pelosok.
Peningkatan kualitas pembangunan manusia tidak dapat bertumpu pada satu sektor atau organisasi perangkat daerah (OPD) saja.
Sektor pendidikan membutuhkan pemerataan akses dan peningkatan kualitas pembelajaran. Sektor kesehatan memerlukan pelayanan yang mudah dijangkau, sementara peningkatan standar hidup layak membutuhkan dukungan pembangunan ekonomi dan perluasan kesempatan kerja.
Karena itu, koordinasi lintas OPD menjadi salah satu faktor penting dalam menerjemahkan kebijakan kepala daerah menjadi program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Asgianto, profesionalisme aparatur, penguatan koordinasi antarinstansi, serta optimalisasi pelaksanaan program pembangunan menjadi bagian penting dalam mendorong kemajuan daerah.
Setiap perangkat daerah dituntut menjalankan tugas sesuai kewenangannya, dengan target dan hasil kerja yang terukur.
Dengan demikian, peningkatan IPM tidak hanya menjadi tanggung jawab dinas yang menangani pendidikan dan kesehatan, tetapi juga membutuhkan dukungan sektor sosial, ekonomi, infrastruktur, dan pelayanan publik.
Selain peran pemerintah melalui OPD, pembangunan manusia juga membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat.
Pendidikan keluarga, kesehatan ibu dan anak, pemenuhan gizi, pemberdayaan perempuan, serta lingkungan sosial yang mendukung tumbuh kembang anak merupakan bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Dalam konteks tersebut, peran Tim Penggerak PKK Kabupaten PALI menjadi salah satu unsur pendukung pembangunan berbasis keluarga.
Sinergi Bupati Asgianto dengan Ketua TP PKK Kabupaten PALI, yang juga merupakan anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, memiliki ruang untuk memperkuat berbagai program pemberdayaan keluarga dan kegiatan sosial kemasyarakatan.
Melalui kegiatan hingga tingkat desa dan kelurahan, TP PKK dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pola hidup sehat, pendidikan keluarga, pemenuhan gizi, serta pemberdayaan perempuan.
Pendekatan ini penting karena peningkatan kualitas manusia tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fasilitas fisik. Perubahan perilaku, pengetahuan, dan kondisi sosial keluarga juga menjadi bagian dari proses pembangunan jangka panjang.
Meski mencatat pertumbuhan IPM tertinggi di Sumatera Selatan, pemerintah daerah tetap memiliki pekerjaan besar untuk memastikan capaian tersebut berkelanjutan.
Pemerataan akses pendidikan, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, penguatan ekonomi masyarakat, serta peningkatan standar hidup layak harus terus menjadi perhatian.
Keberhasilan pembangunan juga perlu dilihat dari dampak yang dirasakan masyarakat, bukan semata-mata berdasarkan angka pertumbuhan atau posisi peringkat.
Masih terdapat tantangan yang perlu dijawab, terutama dalam memastikan anak-anak di wilayah pelosok memperoleh akses pendidikan yang memadai, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan berkualitas, serta kesempatan ekonomi semakin terbuka.
Karena itu, capaian pertumbuhan IPM sebesar 1,20 persen harus menjadi modal sekaligus motivasi bagi Pemerintah Kabupaten PALI untuk memperkuat program pembangunan yang lebih merata dan tepat sasaran.
Pertumbuhan IPM tertinggi di Sumatera Selatan menjadi salah satu indikator positif perjalanan pembangunan Kabupaten PALI.
Di bawah kepemimpinan Bupati Asgianto, dukungan jajaran OPD, TP PKK, serta partisipasi masyarakat dibutuhkan untuk menjaga momentum tersebut.
Kepemimpinan daerah harus berjalan beriringan dengan birokrasi yang profesional, program yang terukur, dan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan manusia bukan hanya tentang siapa yang memimpin atau seberapa tinggi angka statistik yang dicapai. Ukuran terpentingnya adalah semakin baiknya kualitas hidup masyarakat PALI.
Capaian ini menjadi prestasi yang patut diapresiasi, sekaligus pengingat bahwa pembangunan manusia merupakan pekerjaan berkelanjutan yang membutuhkan komitmen seluruh elemen masyarakat.














