BERITA TERKINI

Bupati Banyuasin Intrusikan Setiap OPD Bedah Rumah Warga Prasejatera

×

Bupati Banyuasin Intrusikan Setiap OPD Bedah Rumah Warga Prasejatera

Sebarkan artikel ini

Reporter : Nasir

BANYUASIN, Mattanews.co – Banyaknya rumah warga miskin yang tak layak huni di 21 kecamatan di Kabupaten Banyuasin Sumatera Selatan(Sumsel), membuat Bupati Askolani Muhamad Jasi turun tangan.

Orang nomor satu di Banyuasin ini menginstruksikan kepada setiap kepala dinas (kadis), untuk bergotong royong membedah rumah warga miskin tidak layak huni.

Langkah ini juga sebagai bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Prabumulih, untuk menurunkan angka kemiskinan satu digit di Banyuasin.

“Saya sangat prihatin sekali, masih banyak rumah warga kita yang tidak layak huni. Maka melalui rapat koordinasi ini, saya instruksikan setiap kadis atau kepala badan, wajib membedah satu rumah warga miskin, “kata Bupati Askolani, Kamis (20/2/2020).

Tidak hanya menginstruksikan anak buahnya, Bupati Askolani sendiri akan memberi contoh dengan membedah tiga rumah warga.

Sedangkan Wabup Slamet dan Sekda Banyuasin Senen Har mendapat jatah masing-masing rehab dua rumah warga miskin.

“Setiap rumah dibiayai senilai Rp 15-20 juta dan uangnya dari gaji, TPP ataupun Tunjangan Jabatan para pejabat Kabupaten Banyuasin,” katanya.

Selain itu, bedah rumah yang akan dimulai tahun 2020 ini juga akan memaksimalkan bedah rumah dari Badan Amil Zakat Kabupaten Banyuasin. Serta dana bedah rumah dari Kementerian PUPR yang ada di Dinas Perkimtan.

“Kita ingin tahun 2020 ini ada sekitar 1000 rumah yang di bedah, kalau dilakukan secara gotong royong saya yakin rumah tidak layak huni bisa di perkecil jumlahnya,” ujarnya.

Menurut Askolani Jasi, cara ini juga sebagai strategi untuk mengurangi angka kemiskinan satu digit di bumi sedulang setudung Kabupaten Banyuasin.

“Pembangunannya akan dimulai tahun 2020 ini, dan lokasinya akan disebar di 21 Kecamatan,” ucapnya.

Di depan para Kepala OPD ini juga, Bupati Banyuasin Askolani Jasi minta dana APBD tahun 2020 sebesar-besarnya, untuk mendukung tujuh program andalan Banyuasin.

”Artinya Dana APBD harus di manfaatkan sebesar-besarnya untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ketua KNPI Banyuasin Ismail Fahmi mengapresiasi instruksi Bupati Askolani, agar Kepala OPD wajib membedah satu rumah tidak layak huni milik warga.

“Ini instruksi yang sangat pro rakyat, kami sangat mendukung langka pak Bupati, bahkan tidak hanya Kepala OPD, para pengusaha dan perusahaan di Banyuasin juga kiranya juga melakukan hal yang sama membedah rumah warga yang tidak layak huni,” ungkapnya.

Editor : Nefri