Reporter : Adi
PALEMBANG, Mattanews.co – Demi mewujudkan perubahan yang lebih baik relawan tagar 2019 ganti presiden mengadakan kegiatan silaturahmi. Kegiatan ini juga bertujuan untuk mengamankan suara pada saat pemilu nanti. Sebab dengan pengawalan Pilkada saat ini yang sudah terindikasi dengan kecurangan di segala sisi.
“Kita masuk ke rumah-rumah masyarakat agar mereka tahu mengenai presiden yang baik. Kita juga akan mengawal setiap suara masyarakat terutama di wilayah pedalaman,” Kata ketua presidium pusat Neno Warisman saat Silaturahmi kebangsaan dan deklarasi relawan Nasional 2019 ganti presiden di gedung Al Azhar Palembang (27/10/2018).
Ia juga mengatakan bahwa Sumsel merupakan lokomotif pertama dalam deklarasi ganti presiden. Harapan yang cukup besar hadir dimasyarakat Sumsel untuk merubah arah baru Indonesia menjadi lebih baik.
Generasi muda saat ini sudah jauh dari harapan para orang tua. Anak muda sudah kecanduan dua hal pertama narkoba sekarang sudah tahap mengkhawatirkan. Tapi yang lebih para yaitu kecanduan pornografi. Sekarang sudah tahap yang sangat melewati batas. Dimana sekarang laki-laki suka dengan laki-laki. Sebaliknya perempuan juga suka sesama jenis.
“Anak laki-laki saat ini akan menikah dengan anak laki-laki lain. Jika ini tidak dihentikan azab Allah yang tidak dapat dibayangkan akan turun,” tegasnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai tokoh politik dan Agama seperti ustad Solihin Hasibuan, ustad Taupik, Akbar Alfaroh serta beberapa tokoh masyarakat lainnya.
Dalam ceramahnya Ustad Solihin Hasibuan mengatakan, terpenting pemimpin itu tidak hanya bisa membantu di dalam dunia saja. Tapi pemimpin yang baik itu bisa membuat rakyatnya sukses di akhirat juga. Ia juga mengatakan untuk tidak mempermasalahkan masalah presiden saat ini. Terpenting pilih saja no urut dua pada saat bulan April mendatang. Dia juga mengajak kepada semua ustad dan ulama lainnya untuk ikut mendukung pasangan no urut 2.
“Kita akan kosong kan ceramah maka akan kita ganti dengan kampanye ke daerah dan kampung,” tegas Solihin.
Pemimpin itu bagaikan seorang pilot pesawat. Bukan hanya bisa take of saja tapi landing juga bisa. Coba bayangkan jika pilot tersebut belum pernah menerbangkan pesawat. Tentu semua penumpang yang ada di dalam pesawat tersebut akan takut dan khawatir jika pilot yang tidak tahu cara menerbangkan pesawat tersebut yang menjadi pilotnya.
“Akan terlihat lucu dan menakutkan jika pilot yang dipilih merupakan pilot yang tidak berpengalaman dalam penerbangan. Saya berharap nantinya pilot yang akan memimpin negeri ini merupakan pilot yang handal,” tegasnya.
Editor : Anang














