Reporter : Mateus Tekege
DEIYAI PAPUA, Mattanews.co – Masih minimnya tenaga pendidik atau guru di wilayah Debei, masih menjadi problematika yang harus dipecahkan. Minimnya peminat untuk menjadi tenaga pendidik ini, membuat Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Digibagata berharap dan mengajak kaum milenial untuk memilih Jurusan Keguruan.
Kepala sekolah SMP.N 2 Digibagata Petrus Bobii, S.Pd.K, menjelaskan di wilayah Debei terdapat 8 (delapan) SD dan 1 (satu) SMP, namun kesemuanya masih minim tenaga pendidik, sepeti di SD YPPGI Demago, hanya memiliki 1 (satu) Orang Guru PNS, di SD YPPK Wagomani memiliki 3 guru PNS, SD INPRES Enaimo Tadauto memiliki 2 (dua) Guru PNS, dan 2 (dua) orang guru honorer, sedangkan SD YPPK Maatadi hanya memiliki 1 (satu) orang guru PNS dan 2 guru honorer.
SD YPPGI Widuwakiya hanya memiliki 1 (satu) orang guru PNS dan 3 orang guru honorer. SD INPRES Komauto memiliki 2 (dua) orang Guru PNS. SD YPPK Yinudoba memiliki 3 (tiga) Guru PNS dan 2 (dua) orang guru honorer.
“Sedangkan SMP N 2 Digibagata hanya memiliki dua orang Guru PNS dan lima orang Guru honorer,” sebut Bobii, Selasa (19/05/2020) lalu di Digibata, Deiyai Papua.
Sementara itu ditempat lain, Guru senior di wilayah Debei Martinus Tekege, S.Pd setelah melihat kekurangan guru itu, mengatakan seluruh pelajar dan mahasiswa yang akan menyelesaikan studi pada tahun ajaran 2020, bisa memilih dan masuk di jurusan keguruan agar kelak kembali mengabdi di kampung halaman di Debei, Deiyai – Papua.
“Memang mengambil profesi jadi guru itu tak semudah membalikan telapak tangan. Tak dikatakan kau hebat, tapi ada satu kata bijak mengatakan “Memang guru bukan orang hebat tapi semua Orang hebat karena berkat jasa dari seorang guru,” ucap Mantan kepala SD YPPK Yinudoba Martinus Tekege, S.Pd.
Editor : Fly














