NUSANTARA

Sejarah Batu Angkek-Angkek di Tanah Datar, Dipercaya Bisa Ramal Niat

×

Sejarah Batu Angkek-Angkek di Tanah Datar, Dipercaya Bisa Ramal Niat

Sebarkan artikel ini

Reporter : M Rafi

TANAH DATAR, Mattanews.co Batu Angkek-Angkek merupanan batu pendapatan atau batu ujian, yang dipakai di masa dahulu kala.

Batu ini juga dulunya dipercaya sebagai petanda keberhasilan tidaknya seseorang, dilihat ketika diangkat.

Sejarah Batu Angkek-Angkek ini pun jadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tanah Datar Sumatera Barat (Sumbar). Tepatnya terletak di Kampung Palagan, Nagari Tanjung, Kecamatan Sungayang

Lokasi Batu Angkek-Angkek ini berlokasi sekitar 9 kilometer dari pusat kota Batusangkar Sumbar.

Batu Angkek-Angkek sendiri mempunyai daya tarik tersendiri, dari 11 tempat objek wisata yang Top di Tanah datar.

Alfi (47), pewaris generasi ke tujuh Batu Angkek-Angke ini mengatakan, sejarah Batu Angkek-Angkek ini berawal dari mimpi Datuak Badaro Kayo di abad ke 14 Tahun Masehi.

“Dalam mimpi itu, Datuak Badaro Kayo didatangi Syech Ahmad, untuk menyuruh mendirikan suatu kampung palagan,” ucapnya, Senin (3/8/2020).

Padahal, Datuak Bandaro kayo ini adalah Kepala Kaum di Suku Piliang. Namun untuk mewujudkan mimpinya, Datuak Bandaro Kayo harus mengumpulkan semua anak dan keponakannya untuk mengadakan rapat.

Rapat yang diadakan itu menghasilkan kesepakatan membangun Rumah Gadang, atau kaum di palagan.

“Saat rapat berlangsung, terdengar suara aneh yang muncul dari lubang pemancangan bangunan yang akan didirikan itu,” ujarnya.

Dan pada saat itu terjadi gempa lokal dan hujan disertai panas yang tak henti-hentinya selama14 hari, di pagi hingga malam hari.

Di lokasi itulah ditemukan sebuah batu yang dikenal dengan Batu Pendapatan. Karena penggunaannya diangkat-angkat, jadi batu tersebut diberi nama Batu Diangkek-Angkek.

“Batu itu berbentuk batu gilingan cabai, yang berwarna keemasan, bercampur logam, dan mempunyai lubang di tengah. Di bagian bawah batu bertuliskan lafadz Allah,” katanya.

Dia menuturkan, jika mengangkat batu itu harus mempunyai niat baik. Diawali dengan mensucikan dir dengan buerwudhu, maka batu itu akan memberi pertanda saat diangkat.

Jika batunya ringan, maka pertanda niatnya akan terkabul. Namun jika batunya berat, pertanda niat kita harus butuh keseriusan lagi.

Alfi berpesan kepada pengunjung, bahwa sejarah tersebut jangan terlalu dipercaya. Karena akan mengarah kepada syirik dan menduakan Tuhan.

“Tapi anggaplah ini sebagai pertanda dengan pekerjaan atau niat kita akan berhasil. Dan ini adalah untuk pendorong kita untuk selalu giat dalam melaksanakan pekerjaan,” ucapnya.

 

Respon Para Pengunjung

Salah seorang wisatawan asal Pekanbaru Ahmad (52) mengatakan, dia sangat puas dengan hasil dua kali mengangkat Batu Angkek-Angkek ini.

Awalnya di tahun 2015 pernah angkat batu ini, dengan niat agar usahanya berhasil.

“Saya sudah membuktikan langsung, dagangan saya berkembang pesat. Sejak saya pulang dari sini dan dibantu dengan doa, saya menjadi giat berusaha,” katanya

Bahkan dia juga pernah mengangkat batu itu untun kedua kalinya, dengan niat ingin pergi ke tanah suci.

Niatnya pun terkabul dan rencanany dua memang akan pergi ke tanah suci dengan jadwal tahun depan.

Hal senada juga dikatakan oleh Adi (27), yang juga sudah dua kali mencoba mengangkat Batu Angkek-Angkek ini.

“Ketika saya mau masuk perguruan tinggi dulu, saya niatkan sembari mengangkat Batu Angkek-Angkek. Batunya ringan dan ternyata setelah itu saya berhasil masuk ke perguruan tinggi,” ucapnya.

Editor : Nefri