[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Nasir
MATTANEWS.CO, BANYUASIN – Gas elpiji utamanya 3 Kg diperuntukkan bagi rakyat kecil dengan harga yang disubsidi pemerintah. Namun kenyataannya di lapangan, harga jual gas tersebut jauh lebih mahal, Kamis (7/1/2021).
Pedagang makanan usaha kecil yang berupa penjual gorengan dan Mie pun menjerit terdampak tingginya harga LPG 3 Kg hingga mencapai Rp 22.000 sampai Rp 25.000 ribu per tabung.
Seperti yang dituturkan Yulian, penjual gorengan yang tinggal tepatnya di simpang pulau rimau desa lubuk lancang kecamatan Suak Tapeh kabupaten Banyuasin . Dia mengaku susah untuk mendapatkan LPG 3 Kg di pangkalan resmi lantaran stoknya terbatas atau kosong.
“Saya kalau beli di warung biasanya Rp 20 ribu sampai Rp 22 ribu, justru kerap kesulitan mendapatkan harga murah yang disubsidi pemerintah itu,” tuturnya.
Sebagai pedagang kecil, penjual gorengan dan gado-gado ini menghidupkan kompor dari sejak pagi memulai berjualan hingga sore menghabiskan satu tabung LPG 3 kg.
Tingginya harga LPG 3 kg terpantau juga diwilayah kelurahan kecamatan Banyuasin III di dapati di warung pengecer Rp 24 ribu hingga Rp 25 ribu pertabung.
Sementara, Kepala dinas koprasi, perindustrian dan perdagangan (Diskoperindag) kabupaten Banyuasin Erwin Ibrahim mengatakan untuk masalah keluhan masyarakat dan pedagang kecil terkait mahalnya harga LPG 3 kg tersebut akan melakukan pengecekan kelapangan.
“Ya, untuk masalah diatas kami akan melakukan cek kelapangan dan nantinya akan kami koordinasikan dengan pihak Pertamina dan penyalur,” ujarnya.
Editor : Selfy















