BERITA TERKINIHEADLINENUSANTARA

Diklatsar Banser Angkatan IX Digelar, Ini Tujuannya

×

Diklatsar Banser Angkatan IX Digelar, Ini Tujuannya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, PANGANDARAN – Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Kabupaten Pangandaran menggelar Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) Banser Angkatan IX sebagai rangkaian kegiatan menjelang pelantikan kepengurusan PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Jum’at (10/7/2026).

Kegiatan kaderisasi tersebut berlangsung selama tiga hari, hingga Minggu dan menjadi momentum penting dalam mencetak kader Banser yang tangguh, berintegritas, serta memiliki komitmen kuat terhadap organisasi, ulama dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran, Gus Muhlis Nawawi Azis, mengatakan Diklatsar Banser merupakan tahapan kaderisasi yang bertujuan membangun kualitas sumber daya manusia Banser, baik dari sisi wawasan, mental, fisik, maupun ideologi.

Menurutnya, jumlah peserta sengaja dibatasi hanya 40 orang agar proses pendidikan berjalan lebih efektif. Seluruh peserta berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Pangandaran tanpa melibatkan peserta dari luar daerah.

“Kami memang membatasi peserta sebanyak 40 orang dan seluruhnya merupakan kader dari Kabupaten Pangandaran. Dengan jumlah tersebut, proses pembinaan akan lebih maksimal sehingga setiap peserta memperoleh materi dan pembentukan karakter secara optimal,” ujar Gus Muhlis.

Ia menjelaskan, Diklatsar tidak hanya berisi pelatihan fisik, tetapi juga memberikan pendidikan mengenai ke-Ansoran, kebangsaan, kepemimpinan, disiplin, hingga penguatan mental dan ideologi kader.

Menurutnya, kekuatan utama GP Ansor dan Banser bukan terletak pada kekuatan materi ataupun finansial, melainkan pada ideologi, loyalitas dan militansi kader dalam mengabdi kepada organisasi, agama, bangsa, dan negara.

“Yang menjadi kekuatan kita bukanlah kekayaan atau kekuatan duniawi. Kekuatan terbesar Banser adalah ideologi serta militansi kader. Karena itu, proses kaderisasi harus mampu melahirkan kader yang memiliki loyalitas tinggi terhadap organisasi dan siap mengabdi kepada masyarakat,” tegasnya.

Gus Muhlis Nawawi menambahkan, setiap proses kaderisasi selalu menanamkan tiga prinsip utama yang menjadi pedoman perjuangan kader GP Ansor dan Banser, yakni Himayatuddin atau menjaga agama, Himayatud Daulah yaitu menjaga persatuan dan keutuhan negara, serta Himayatul Ummah yakni memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi umat.

Ketiga prinsip tersebut, kata dia, menjadi fondasi utama dalam setiap gerakan Banser di tengah masyarakat sehingga kehadiran organisasi tidak hanya dirasakan saat kegiatan keagamaan, tetapi juga dalam kehidupan sosial kemasyarakatan.

Ia berharap GP Ansor Kabupaten Pangandaran ke depan tidak hanya berkembang dari sisi jumlah anggota, tetapi juga mengalami peningkatan kualitas kader.

“Jumlah kader yang banyak tidak akan memiliki arti apabila tidak dibarengi dengan kualitas. Karena itu, target kami bukan hanya memperbanyak anggota, tetapi juga meningkatkan kapasitas, kompetensi, dan kualitas setiap kader agar mampu menjawab tantangan zaman,” katanya.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Kabupaten Pangandaran, Jana, menegaskan bahwa Banser merupakan garda terdepan GP Ansor yang memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga ulama sekaligus mendukung seluruh program organisasi.

Menurut Jana, selama mengikuti Diklatsar para peserta akan dibentuk menjadi kader yang disiplin, bertanggung jawab, serta memiliki kesiapsiagaan tinggi dalam menjalankan tugas organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Kader Banser memiliki dua tanggung jawab utama, yakni loyal kepada pimpinan organisasi GP Ansor dan menjaga para ulama. Karena itu seluruh peserta Diklatsar akan ditempa agar siap menjadi kader terdepan dalam setiap tugas pengabdian,” ujarnya.

Jana menambahkan, paradigma Banser saat ini terus berkembang. Jika sebelumnya Banser lebih dikenal sebagai petugas pengamanan dalam kegiatan pengajian atau acara keagamaan, kini kader Banser didorong memiliki kepedulian yang lebih luas terhadap berbagai persoalan masyarakat.

Menurutnya, kader Banser harus mampu membaca perkembangan situasi, memahami persoalan sosial, serta memiliki kepekaan terhadap berbagai isu lokal maupun nasional yang berpotensi mengganggu persatuan bangsa.

“Banser hari ini tidak hanya bertugas melakukan pengamanan kegiatan keagamaan. Kami ingin membentuk kader yang peka terhadap kondisi lingkungan, mampu memahami dinamika sosial, serta siap menjaga masyarakat dari berbagai paham yang dapat mengancam keutuhan bangsa dan persatuan umat,” jelas Jana.

Melalui Diklatsar Banser Angkatan IX tersebut, PC GP Ansor Kabupaten Pangandaran berharap lahir kader-kader Banser yang memiliki integritas, disiplin, semangat pengabdian, serta mampu menjadi benteng dalam menjaga ulama, memperkuat persatuan bangsa dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Pangandaran.