[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
Reporter : Edo
MATTANEWS.CO, SULBAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), untuk sementara waktu akan ditutup total setelah 75 tenaga kesehatan yang bertugas di RSUD Mamuju dinyatakan reaktif rapid tes antigen. “Kami menginstruksikan agar RSUD Mamuju ditutup sementara, paling tidak selama satu Minggu ke depan,” kata Sekertaris Daerah (Sekda) Mamuju, H.Suaib, Sabtu (9/1/ 2021) kemarin.
Suaib mengungkapkan bahwa usai pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) ditutup selama tiga hari pasca empat orang doker terkonfirmasi positif covid 19 Minggu lalu, RSUD Mamuju akan di tutup total mengingat semakin banyaknya tenaga medis difasilitas kesehatan tersebut yang dipastikan tertular Covid-19.
“Kami harap pihak RSUD Mamuju melakukan koordinasi dengan pihak BPJS kesehatan agar pasien rujukan peserta BPJS dapat di alihkan ke RS lain sambil menunggu perkembangan,” katanya.
Dia berharap Puskesmas yang ada di Kabupaten Mamuju dapat di optimalkan semaksimal mungkin sehingga masyarakat dapat tetap menerima layanan kesehatan.
“Langkah penutupan total RSUD Mamuju terpaksa dilakukan demi menghindari peningkatan kasus Covid-19,” kata Suaib.
Sementara itu, Juru Bicara Satgas Covid-19 Mamuju, Andi Rasmuddin mengaku telah berkomunikasi dengan direktur RSUD Mamuju untuk memastikan kondisi tersebut, hasilnya di benarkan 75 orang tenaga medis RSUD Mamuju dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19.
“Jadi 75 tenaga medis yang positif Covid-19 yakni tujuh orang dokter, 33 orang perawat, lima orang bidan, satu orang di Poli, 15 orang manajemen, satu orang radiologi, empat orang RM, empat orang farmasi, satu orang fisioterapi, satu orang gizi, satu orang UTD, satu orang CSSD, satu orang CS,” kata Andi Rasmuddin.
Menanggapi hal itu Wakil Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Mamuju Marwan Syamsul saat di konfirmasi, Minggu (10/1/2021) mengatakan, Bupati Mamuju Jangan seolah lepas tangan melihat kondisi saat ini.
“Seperti kita ketahui bersama terjadi lonjakan yang cukup tinggi jumlah pasien positif covid-19 , hingga RSUD mamuju harus menutup total pelayanan kesehatan nya,” kata Marwan.
Marwan berharap Bupati yang masih menjabat agar berani mengeluarkan kebijakan. “Kenapa tidak kita terapkan PSBB di mamuju hingga 10 hari ke depan. Paling tidak laju penyebaran virus covid-19 dapat sedikit di tekan,” harap Marwan.
Editor : Chitet















