Adv Joni YAP : Unit PPA Polrestabes Palembang Patut Diacungi Jempol

  • Whatsapp

MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Tindak lanjut aparat kepolisian, khususnya Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Palembang pimpinan Iptu Fifin Sumailan patut diacungi jempol. Sejumlah kasus viral di beberapa media sosial, terutama menyangkut anak dibawah umur, tidak lebih dari 1 X 24 Jam berhasil di ungkap jajaran ini. Demikian diungkapkan salah satu advokat jebolan FERARI Sumsel, Joni YAP, Senin (11/01/2021).

Bacaan Lainnya

“Beginilah sistem kerja yang dinantikan masyarakat. Tidak harus membuang waktu lama dalam pengungkapan, namun sesingkat mungkin menjawab viral vidio yang menjadi sorotan masyarakat, khususnya di kota Palembang,” ungkap Joni YAP, saat diwawancarai di kantor hukum Joni YAP, Jalan Irigasi, Kelurahan Lorok Pakjo Palembang.

Sekretaris DPD FERARI Sumsel ini menambahkan, memang sudah seharusnya respon masyarakat harus lebih agresif, jika mendengar kabar atau melihat anak yang masih dibawa umur dipukuli, terlebih lagi oleh orang tuanya sendiri.

“Masalah anak dibawah umur memang selalu mencuri perhatian publik. Dari itu, hendaknya kita semua dapat membantu aparat untuk segera menangkap pelakunya. Seperti halnya terjadi di Simpang Charitas, Ibu pukuli anaknya sendiri hanya karena tidak tembus setoran ngemis. Tentu prilaku ini sangat mengiris hati orang tua, apalagi ibu-ibu,” ungkapnya.

Joni YAP mengharapkan partisipasi pemerintah terkait turun tangan mengatasi peristiwa viral ini.

“Sudah seharusnya, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan Pemerintah tekait turun tangan mengatasi hal ini. Bukankah anak dibawah umur tanggung jawab negara. Sebagaimana terdapat dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia Tahun 1945, tentang fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara,” bebernya.

 

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait