BERITA TERKINI

Begini Kondisi Pengelolaan Sampah di TPA Sukawinatan Palembang

×

Begini Kondisi Pengelolaan Sampah di TPA Sukawinatan Palembang

Sebarkan artikel ini
Rosa Vivien Rahmawati Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan Bahan Beracun KLHK, di TPA Sukawinatan Palembang. Kamis (28/1/2021) . Foto : Janes Mattanews.co

MATTANEWS.CO,PALEMBANG – Penyumbang sampah terbanyak di Kota Palembang, berasal dari Tempat Pembuangan Sementara (TPS) sebesar 695 ton perhari, kemudian disusul oleh sampah yang berasal dari pasar sebanyak 95 ton perhari.

Hal itu diungkapkan, Direktorat Jenderal (Dirjen) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementriaan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Rosa Vivien Rahmawati, yang merujuk pada data laporan capaian Jakstrada Kota Palembang di bulan Juni tahun 2020.

“Capaian pengurangannya hanya 16.88 persen perhari, sedangkan capaian penangan sampah sebesar 73,18 persen perhari,” jelasnya. di TPA Sukawinatan, Kamis (28/1/2021).

Untuk jumlah total sampah, Vivien menyebut, yang masuk ke TPA Sukawinatan ada sebanyak 864,14 ton perhari. Kemudian yang diolah menjadi Kompos sebesar 2 ton perhari dan yang didaur ulang hanya 1 ton perhari.

Vivien menyebutkan, sampah yang tidak terkelola sebesar 9,94 persen perhari, artinya ada 117,38 ton perhari sampah yang tidak dapat terkelola.

Beliau juga menjelaskan, TPA yang ada di Kota Palembang terdapat dua yaitu di TPA Sukawinatan dan satu yang belum beroperasi TPA Karyajaya.

“Untuk TPA Sukawinatan, sudah overload, dari total 25 hektar, sudah terisi sebanyak 84 persen, namun, sudah diurug terkendali dan bisa berumur panjang” ujarnya.

Vivien juga menghimbau untuk mengurangai sumber sampah, agar sampah yang masuk ke TPA lebih sedikit dan juga dimanfaatkan maksimal.

Seperti pembangungan instalasi pengelolah sampah menjadi energi listrik berbasis teknolagi ramah lingkungan (PSEL) bisa terlaksana cepat.

“Ada cara lain, seperti gerakan pilah sampah, melakukan penyusunan eco atau go green di kantor-kantor, dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Sementara itu, anggota Komisi IV DPR RI, Riezki Aprilia atau yang akrab disapa Kyki, mengatakan bahwa, permasalahan sampah ini jangan sampai mencemari lingkungan.

“Permasalahan sampah ini tidak bisa selesai di tangan pemerintah saja, jadi masyarakat memiliki peran penting dalam mengurangi sampah,” tegas Kyki.

“Saya harap, sampah yang menjadi musuh selama ini dapat diselesaikan dengan sinergitas dari seluruh pihak,” tutupnya.