Beragam Penolakan Warnai Penetapan Pemenang Pilkada Jambi 2020

  • Whatsapp

Reporter : Anang

JAMBI, Mattanews.co – Rapat Pleno Rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jambi terkait penghitungan suara calon Gubernur-Wakil Gubernur (Wagub) Jambi akhirnya selesai.

Bacaan Lainnya

KPUD Jambi menetapkan pasangan calon (paslon) nomor urut 03, Al Haris-Abdullah Sani yang dinyatakan sebagai pemenang pemungutan suara Pilkada Jambi.

Namun, dua saksi dari Paslon 01 Cek Endra-Ratu Munawaroh dan Paslon 02 Fachrori Umar-Syaril Nursal, menolak menandatangani berita acara penetapan Gubernur-Wagub Jambi, yang digelar di Abadi Suite Hotel Jambi, Sabtu (19/12/2020)..

Helmi, saksi Paslon 01 yang diusung oleh Partai Golkar dan PDI-Perjuangan, menolak tanda tangan.

Dengan alasan, pihaknya banyak menemukan pelanggaran di Pilkada Jambi 2020.

“Kami menolak menanda tangani berita acara penetapan hasil rapat pleno Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi,” katanya, Minggu (20/12/2020).

Helmi mengatakan, di Pilgub Jambi banyak yang tidak sesuai. Tim Paslon 01 sendiri, banyak menerima laporan pelanggaran di setiap kabupaten/kota, yang tak ditanggapi oleh pihak Bawaslu Jambi.

Menurutnya, Paslon 01 memikirkan jalur konstitusional dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Dia berharap ini ditindaklanjuti oleh di atasnya, karena beberapa tempat atau daerah banyak pelanggaran dan penyelenggara tidak profesional.

Begitu juga Zulkifli Somad, saksi Paslon 02 yang diusung Partai Gerindra, Demokrat, PPP dan Hanura.

Dia menolak menandatangani berita acara penetapan hasil pleno KPUD Jambi, dengan alasan ada temuan di Kota Jambi dan Sungai Penuh.

“Kami ingin mencari kebenaran yang sebelumnya harus dihentikan oleh pihak Bawaslu Provinsi Jambi, namun dibiarkan sampai sekarang,” ungkapnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Jubir Paslon 02 Septa Dinata. Dia mengatakan, masih terdapat berbagai persoalan yang harus segera dibereskan.

Laporan-laporan yang belum selesai ditindaklanjuti oleh pihak berwenang, terutama oleh Bawaslu Jambi.

“Kita pada dasarnya tidak mempersoalkan siapa saja yang keluar sebagai peraih suara terbanyak sepanjang proses ini jurdil, kita siap menerima apa saja hasilnya,” katanya.

Mereka meminta persoalan-persoalan yang ada diselesaikan dulu, baik oleh Bawaslu. Bahkan mungkin Pengadilan dan Dewan Kehormatan jika diperlukan..

Menanggapi hal tersebut, saksi Paslon 03 Bakri mengatakan terkait laporan dari Tim Paslon 01 dan 02 ke Bawaslu Jambi, harus betul-betul diselesaikan sesuai aturan-aturan yang berlaku.

“Ini tidak mungkin berani melakukan sesuatu tanpa ada hal-hal dibelakangnya, dan kami tekankan kepada Bawaslu untuk ditindak lanjuti,” ucapnya.

Terpisah, Komisioner KPU Provinsi Jambi, M Sanusi mengatakan, Pleno penghitungan suara tingkat Provinsi Jambi sudah melalui proses yang panjang.

Bahkan sejak rekapitulasi tingkat TPS, kecamatan, kabupaten/kota hingga sidang pleno terbuka di Provinsi Jambi.

“Jika ke depan terjadi sengketa ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait penetapan hasil Pilkada, maka penetapan Pemenang Pilgub Jambi bisa ditunda hingga adanya keputusan MK,” katanya.

Namun jika tidak ada gugatan ke MK dalam tiga hari kerja setelah rapat pleno rekapitulasi ini rampung, kata Sanusi, maka paslon yang mendapatkan suara terbanyak akan ditetapkan sebagai Gubernur-Wagub Jambi terpilih.

Untuk diketahui, dalam pleno berita acara KPU Jambi, pasangan Al Haris-Sani memperoleh suara 596.621 suara.

Sedangkan, dua lainnya pasangan Cek Endra-Ratu memperoleh 585.203 suara dan pasangan Fachrori-Syafril memperoleh 385.388 suara.

Untuk jumlah suara sah dalam pleno rekapitulasi calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi sebanyak 1.567.212 suara dan tidak sah 89.153 suara.

Dalam Pleno Rekapitulasi Perhitungan suara KPU Provinsi Jambi, Paslon 03 dinyatakan menang.

Meski kedua saksi paslon lainnya menolak menandatangani hasil Pleno rekapitulasi perhitungan suara. Namun, secara konstitusional hasil pleno tetap sah.

Editor : Nefri

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait