Berita Eksklusif : Menguak Proyek Mangkrak Pembangunan Faskes Dinkes Kapuas

  • Whatsapp
Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)
Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)

MATTANEWS.CO, KAPUAS – Pembangunan berbagai macam fasilitas kesehatan (faskes) dari Kemenkes RI dengan nominal lebih dari Rp12 miliar, turut dibangun di Desa Sakata Bangun tepatnya UPT Lamunti C2 Kecamatan Mantangai Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah (Kalteng).

Infrastruktur yang dibangun tersebut berupa puskesmas, rumah perawat, taman, mushola, tempat olahraga dan jalan jembatan di bawah Dinas Kesehatan (Dinkes) Kapuas.

Bacaan Lainnya

Proyek tender pembangunan faskes Dinkes Kapuas tersebut, dimenangkan oleh PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya. Kontrak tender pembangunan itu, seharusnya berakhir pada tanggal 17 Desember 2020 lalu.

Diduga karena belum rampung, pemenang tender mendapatkan kelonggaran waktu selama 50 hari, atau berakhir sekitar di awal bulan Februari 2021 ini.

Namun, pihak kontraktor pelaksana tidak dapat merampungkan pekerjaan proyek tersebut. Akhirnya proyek pembangunan faskes Dinkes Kapuas tersebut mangkrak.

Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)
Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)

Dari informasi yang diperoleh, meski sudah diputuskontrakkan per tanggal 5 Februari 2021 lalu, pemenang tender itu masih dipercaya pihak Dinkes Kapuas melanjutkan pembangunan faskes Dinkes Kapuas hingga tanggal 23 Februari 2021 kemarin.

Padahal jika mengikuti aturan yang ada sesuai Kepres 54, tentang pengadaan barang dan jasa,PT. Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya pascaputus kontrak, tidak boleh melakukan aktivitas lagi. Dari pantauan Mattanews.co di lapangan, faktanya pun berbeda.

Seperti diungkapkan salah satu warga Desa Sakata Bangun yang namanya dirahasiakan, para buruh bangunan yang mengerjakan proyek tersebut berhenti sudah lama.

Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)
Salah satu bangunan faskes Dinkes Kapuas Kalteng yang dibangun PT Arjuna Bernendes Utama Pusat Palangkaraya mangkrak (Angga / Mattanews.co)

“Mereka sudah tidak bekerja lagi per hari Senin (23/1/2021) lalu,” ucapnya, Jumat (26/2/2021).

Diungkapkan Inspektur Pembantu Khusus (Irbansus) Inspektorat Kabupaten Kapuas Arnes Satyari, memang ada dari pihak Dinkes Kapuas meminta untuk dilakukan pemeriksaan terkait proyek tersebut.

Tapi hingga kini, sambung Arnes panggilan akrabnya, pihaknya masih belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap permohonan Dinkes Kapuas.

“Karena pihak BPKP Kalteng dan BPK RI juga, tengah melakukan pemeriksaan proyek tersebut atas dasar permintaan Dinkes Kapuas juga,” katanya.

Kondisi di dalam ruangan faskes Dinkes Kapuas yang mangkrak (Angga / Mattanews.co)
Kondisi di dalam ruangan faskes Dinkes Kapuas yang mangkrak (Angga / Mattanews.co)

Karena ada kewenangannya yang lebih tinggi, maka pemeriksaan proyek tersebut diserahkan ke Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Kalteng dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Kalteng.

Saat dikonfirmasi ke BPK RI, Dimas, anggota Tim BPK RI mengatakan, agar bisa melayangkan surat resmi ke kantornya.

“Silahkan melayangkan surat resmi (wawancara) ke kantor BPK RI cabang Kalteng,” katanya, saat ditemui di kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kapuas.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait