Bobby Nasution Serahkan 50 Unit Laptop dan Wifi Gratis di Sekolah

  • Whatsapp
Wako Medan Bobby Nasution saat memberikan hadiah laptop ke pelajar di Medan (Dok. Humas Pemkot Medan / Mattanews.co)
Wako Medan Bobby Nasution saat memberikan hadiah laptop ke pelajar di Medan (Dok. Humas Pemkot Medan / Mattanews.co)

 

MATTANEWS.CO, MEDAN – Wali Kota (Wako) Medan Bobby Nasution memberikan perhatian khusus terhadap kondisi pelajar di Kota Medan Sumatera Utara (Sumut).

Bacaan Lainnya

Pasca pandemi Covid-19, ada penurunan minat belajar (loss learning), di antara para pelajar lantaran terlalu lama tidak masuk sekolah tatap muka.

Untuk mencegah terjadinya loss learning tersebut, Bobby Nasution menggandeng sejumlah perusahaan agar menyalurkan Corporate Social Responsibility (CSR), dalam bentuk bantuan pendidikan, Jumat (12/3/2021).

Bobby Nasution pun membagikan 50 unit laptop dan 50 titik Wifi gratis. Penyerahan tersebut dilakukan Bobby Nasution secara simbolis, di Lapangan Hoki Kebun Bunga Medan dan di Jalan Pulau Sicanang Medan Belawan Sumut.

“Kita tidak mau adik-adik pelajar kehilangan gairah belajar. Maka kita harus beri stimulus agar pelajar tetap semangat menimba ilmu walau dalam masa pandemi yang belum berakhir ini. Inilah salah satu upaya yang kami fokuskan,” ungkap Wako Medan.

Sementara ini, penerima bantuan laptop dan Wifi gratis diberikan kepada pelajar di SMPN 5 Medan, SMPN 7 Medan dan SMPN 26 Medan Sumut.

“Bantuan laptop dan Wifi gratis ini merupakan hasil kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Medan dan Indomaret, serta SGM dalam menyalurkan dana CSR. Dengan diberikannya bantuan ini, diharapkan dapat semakin mempermudah siswa dalam melaksanakan proses belajar-mengajar daring di rumah,” ujar Wako Medan.

Bobby Nasution yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu juga menjelaskan, telah menyiapkan vaksin untuk diberikan kepada pengajar dan siswa.

Jika vaksinasi berjalan lancar, maka proses belajar mengajar tatap muka di Kota Medan akan kembali dibuka.

Ditambahkan suami Kahiyang Ayu tersebut, jika nanti sudah dapat menggelar proses belajar-mengajar tatap muka, dalam satu kelas jumlah siswa dibatasi hanya 20 persen sampai 25 persen.

“Saya juga berpesan kepada adik-adik, untuk tetap berbakti kepada orangtua karena doa orangtua dapat membantu kita untuk mencapai mimpi, cita-cita dan keberkahan,” ucapnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait