MATTANEWS.CO, OKI – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memproyeksikan tahun 2025 sebagai periode akselerasi infrastruktur. Bupati Muchendi Mahzareki menyebut, sepanjang tahun berjalan ini, sedikitnya 198,2 kilometer jalan tengah dan akan dibangun, menjadikannya capaian terpanjang dalam lima tahun terakhir. Klaim tersebut sekaligus menjadi penegasan arah politik pembangunan di tengah kondisi fiskal daerah yang kian terbatas.
“Percepatan infrastruktur akan terus kami lakukan di bidang jalan dan jembatan,” kata Muchendi dalam pidato Rapat Paripurna HUT ke-80 Kabupaten OKI, Jumat, (11/25).
Capaian pembangunan jalan yang diklaim tertinggi dalam lima tahun terakhir itu menjadi catatan penting bagi pemerintahan Muchendi–Supriyanto. Namun, di tengah realitas fiskal yang menurun akibat penyusutan dana transfer pusat hingga Rp241 miliar pada tahun anggaran 2026 mendatang, keberlanjutan pembangunan infrastruktur masih menjadi tanda tanya besar.
Data dari Dinas PUPR OKI menunjukkan, pembangunan itu dilakukan melalui tiga sumber pembiayaan. Dari Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (Bangub) Provinsi Sumatera Selatan, diperbaiki 74 ruas jalan sepanjang 163 kilometer dan tiga jembatan sepanjang 182 meter. Dari APBD OKI, ada 17 ruas jalan sepanjang 25,8 kilometer dan lima jembatan sepanjang 29 meter. Sementara dari program Instruksi Presiden Jalan Daerah, dibangun satu ruas jalan sepanjang 10 kilometer.
Muchendi mengklaim capaian ini sebagai hasil efisiensi dan perencanaan berbasis prioritas.
“Fokus kami adalah jalan poros penghubung desa, kecamatan, hingga ibu kota kabupaten,” ujarnya.
Namun di balik angka yang impresif itu, tantangan masih menganga lebar. Dari total 1.467 kilometer jalan yang menjadi tanggung jawab Pemkab OKI, hanya 23,86 persen yang tergolong baik. Sisanya, lebih dari dua pertiga atau 66,22 persen masih rusak berat.
Klaim keberhasilan bisa jadi menjadi modal politik bagi Muchendi, tapi juga ujian konsistensi di hadapan publik. Sebab, di OKI, panjang jalan yang masih rusak tetap jauh melebihi yang telah diperbaiki dan di situlah tantangan pembangunan sesungguhnya.
“Wilayah kami luas, anggaran terbatas. Agar dukungan provinsi tetap berlanjut. Begitu juga anggota legislatif di tingkat provinsi dan pusat dapat membantu memperjuangkan kebutuhan infrastruktur dasar Kabupaten OKI,” ucap Muchendi.
Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, tak menampik beratnya pekerjaan rumah infrastruktur di Kabupaten OKI. Menurutnya, kabupaten ini termasuk wilayah dengan tingkat kompleksitas tinggi dalam pembangunan.
“OKI ini spesial. Wilayahnya luas, tanggung jawabnya besar,” ujar Deru.
Deru menilai bantuan provinsi terhadap pembangunan 163 kilometer jalan di OKI tahun ini merupakan bukti komitmen pemerintah provinsi. Meski begitu, ia menyinggung kendala struktural yang menghambat percepatan pembangunan, terutama soal status jalan eks transmigrasi.
“Di Sumsel ada sekitar 4.000 kilometer jalan eks transmigrasi yang belum jelas statusnya, dan terbanyak justru di OKI. Itu yang menyulitkan intervensi program pembangunan,” tandasnya.















