[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, PALEMBANG – Diduga menjadi korban tabrak lari, seorang pelajar SMK N 2 Palembang meregang nyawa di Jalan Gubernur HA Bastari, persis depan Taman Dekranasda Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel).
M Ilham Ramadhan Pratama (15) warga Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Kota Palembang, Sumsel, mengalami luka parah dibagian kepala, langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Bari Palembang untuk kepentingan otopsi, Minggu (26/12/2021).
Peristiwa yang merenggut nyawa korban ini tidak disangka oleh kedua orang tuanya. Sebab perlakuan anak pertama dari dua saudara ini, tidak menunjukkan pertanda di detik terakhir hidupnya.
“Saya tahu anak saya mengalami kecelakaan, saat temannya datang ke rumah. Seketika itu pula, saya dan isteri langsung ke lokasi kejadian. Sesampainya, saya melihat kondisi anak saya sudah meninggal dengan kondisi terluka parah dibagian kepala. Dari sana, saya meminta bantuan warga untuk membawanya ke RSUD Bari Palembang,” terang ayah korban, Dedi Irawan, saat diwawancarai wartawan di rumah sakit.

Dikatakan Dedi Irawan, tidak ada firasat atau pertanda buruk yang dialaminya.
“Sedikitpun tidak ada firasat. Bahkan, kami sepakat untuk merenovasi rumah bersama,” ujarnya.

Korban yang terkenal supel, rajin dan humoris ini selalu menjadi panutan keluarga.
“Seperti mimpi. Sebelum kejadian itu, tepatnya pukul 13.00 WIB, dia (korban_red) meminta ijin untuk memperbaiki sepeda motornya yang mengalami kerusakan. Dia bilang mau ganti oli, karena kemsaukan air. Sekitar pukul 15.00 WIB, dia pulang ke rumah dan kembali berpamitan mau ke rumah temannya. Waktu menunjukkan pukul 17.00 WIB, dia belum juga pulang dan mendapat kabar duka seperti ini,” ungkap Dedi sedih.
Dedi menambahkan, rencananya korban akan dikebumikan di TPU Telaga Swidak Kelurahan 14 Ulu.
“Kita akan di kebumikan korban di TPU Naga Swidak, 14 Ulu, Kota Palembang Pukul 09.00 WIB.
Terpisah, Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Irwan Andeta membenarkan adanya kejadian tersebut.
“Anggota kita masih lakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara). Kita akan proses perkara ini,” pungkasnya.














