Reporter : Rachmat Sutjipto
OGAN KOMERING ILIR, Mattanews.co – Selama masa libur sekolah untuk mengantisipasi penyebaran Virus Corona, para pelajar diwajibkan untuk mengikuti Proses Belajar Mengajar (PBM) secara online di rumah.
Pelaksanaan belajar jarak jauh di hari kedua di sejumlah lokasi di Kayuagung dan wilayah pinggiran Desa Gajah Mati Kecamatan Sungai Menang, menunjukkan semangat dan kemauan tersendiri oleh para siswa.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten OKI Muhamad Amin melalui Ketua Tim Pemantau dan Penjamin Kegiatan Belajar Purnomo mengatakan, kegiatan belajar jarak jauh secara umum interaksi pendidik dan siswa tetap terjalin.
Ia mengatakan, hubungan obrolan singkat online Whatsapp dalam penyampaian materi terbilang mulus tanpa terkendala.
“Bahkan dengan memanfaatkan fitur grup Whatsapp ini, absensi masing-masing siswa dapat dilakukan sebelum belajar dimulai. Persis seperti di sekolah,” katanya, Kamis (19/3/2020).
Menurut Purnomo, yang juga menjabat Kabid PAUD dan PNF Disdik Kabupaten OKI ini, pihaknya telah memetakan sistem belajar yakni sistem online maupun belajar konvensional.
“Siswa bisa tetap belajar secara online maupun manual. guru bisa tetap memberikan pendampingan dalam proses belajar siswa, dan orang tua bisa memonitor perkembangan belajar anaknya. Semua itu bisa dilakukan dengan solusi pendidikan secara komprehensif,” ungkapnya.
Intinya, sambung dia, pihak sekolah meng-shere jadwal belajar kepada para orang tua siswa yang memiliki ponsel melalui Whatsapp. Terutama untuk mata pelajaran yang mesti dipelajari anak-anaknya.
Orangtua di rumah juga diharuskan ikut serta berperan aktif, mendampingi anak-anaknya saat belajar di rumah.
“Sementara itu, para guru tetap standby di sekolah, sehingga jika ada sesuatu hal yang dibutuhkan oleh para orang tua, guru siap untuk memberikan keterangan.” jelasnya.
Selain penerapan belajar di rumah, pihaknya juga telah mempersiapkan sistem media pembelajaran yang lebih canggih.
Ia mengatakan meski baru diterapkan untuk sekolah tertentu, tetapi penggunaan sistem yang sengaja dibangun Disdik OKI diyakini akan berdampak semakin memudahkan siswa dalam melaksanakan pembelajaran daring.
“Untuk sejumlah sekolah tertentu, sistem belajar seperti ini sudah lama dikembangkan. Dengan begitu, penggunaan sistem berbasis Android langsung terhubung ke sekolah, semakin memudahkan siswa dan guru berinteraksi langsung,” katanya.
Pengawasan kegiatan sendiri dilakukan secara berjenjang. Tim pengawas yang terdiri dari koordinator Wilayah Kecamatan (Korwilcam).
Hingga pengawas di setiap kecamatan dikerahkan, untuk memastikan pelaksanaan edukasi formil hingga beberapa hari kedepan tetap berlangsung dengan baik.
“Pengawas tersebut diturunkan hingga menyasar ke tempat nongkrong seperti warnet atau pusat belanja untuk sweeping siswa atau guru yang sengaja tidak mengikuti pelajaran,” ujarnya.
Menyimak sekolah yang berada di daerah pinggiran, dengan jarak belasan kilometer dari pusat kota Kayuagung, sepertinya tidak terdapat perbedaan yang mencolok.
Meskipun harus dengan berbagai cara, sejumlah pendidik putar otak agar proses pembelajaran tetap harus digulirkan.
Semangat belajar generasi penerus disini justru terlihat lebih kokoh. Mereka menunjukkan bahwa insan pendidikan disana tidak hanya pasrah pada keterbatasan teknologi dan jaringan internet.
Sekolah dengan 584 siswa dengan keterbatasan jaringan internet dan minimnya pengguna smartphone, menerapkan belajar jarak jauh seperti sekolah lainnya, merupakan tantangan tersendiri untuk diwujudkan.
Kepala Sekolah Dasar Negeri 1 Gajah Mati Dewi Asmara mengutarakan, pihaknya terpaksa melibatkan tenaga non pendidikan demi kelancaran pelaksanaan belajar dirumah secara konvensional,
“Seluruh unsur sekolah diterjunkan untuk memberikan materi pelajaran langsung ke rumah masing-masing. Kebetulan diantaranya rumah siswa berdekatan dengan guru maupun tenaga non pendidik lainnya,” jelasnya.
Ada pula guru yang memiliki nomor telepon seluler orang tua wali, yang bisa dimanfaatkan untuk memberikan materi melalui buku mata pelajaran,
“Siswa menggunakan buku pelajaran sebagai materi yang hendak dipelajarinya di rumah masing-masing. Setelah belajar selesai, guru mendatangi siswa mengumpulkan hasilnya untuk diberikan penilaian,” jelasnya.
Diakui Dewi, agar proses belajar mengajar di rumah tetap berjalan efektif, maka orangtua dan guru tetap menjalin komunikasi.
“Walaupun sedikit repot, tapi bukan permasalahan besar. Kesehatan dan pendidikan merupakan hal vital yang harus tetap diperjuangkan,” ujarnya.
Editor : Nefri














