Dukung Pemulihan Ekonomi, DAU Kabupaten OKI Dipangkas Puluhan Miliar

  • Whatsapp
ilustrasi uang (pexels.com)
ilustrasi uang (pexels.com)

 

MATTANEWS.CO, OGAN KOMERING ILIR – Dukung pemulihan ekonomi daerah dari Covid-19, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mewajibkan pemerintah daerah (pemda) untuk menggunakan paling sedikit 25 persen dari dana alokasi umum (DAU).

Bacaan Lainnya

Ketentuan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.17/PMK/07/2021, tentang Pengelolaan Transfer ke Daerah dan Dana Desa Tahun Anggaran 2021 Dalam Rangka Mendukung Penanganan Pandemi Covid-19 dan Dampaknya.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Munim mengatakan, implikasi dengan ketentuan tersebut, beberapa penyesuaian postur APBD harus dilakukan.

“Proses refokusing masih dibahas di internal Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Rencananya kebijakan ini juga dikoordinasikan dengan DPRD. Berhubung masih proses, kami belum bisa sampaikan kebijakan refokusing akan selesai kapan. Yang jelas, kami siap melaksanakan instruksi dari pemerintah pusat,” ucapnya di Kabupaten OKI Sumsel, Kamis (25/2/2021).

Awalnya yang akan ditransfer sebesar Rp998 miliar. Tapi setelah adanya kebijakan pengurangan, maka menjadi Rp966 miliar, ada pengurangan hingga Rp32 miliar ditambah pengurangan Dana Alokasi Khusus (DAK) mencapai Rp412 juta.

Kabupaten OKI Sumsel mengalami pemangkasan DAU tahun 2021, mencapai Rp32 miliar oleh pemerintah pusat. Selain itu, pemerintah daerah juga diminta untuk merelokasi anggaran hingga 25 persen pada APBD 2021.

Bupati OKI melalui Sekda OKI Husin memastikan, refocusing anggaran tidak akan mengganggu rencana-rencana dan agenda kegiatan yang berbasis masyarakat.

“Refocusing jangan sampai mengganggu rencana-rencana dan agenda kegiatan yang berbasis masyarakat. Karena itu bentuk dukungan pemerintah terhadap pemulihan ekonomi,” ucapnya.

Ditambahkannya, Pemkab OKI akan memperbanyak program padat karya terhadap pekerjaan fisik terutama yang dibiayai melalui APBD.

“Melibatkan tenaga kerja lokal sebagai upaya pembadayaan ekonomi masyarakat dan pemulihan ekonomi,” katanya.

Husin juga meminta kepada setiap OPD di Kabupaten OKI, untuk memfokuskan anggaran pada belanja produktif dan berdampak pada penanganan covid-19 serta pemulihan ekonomi.

“Selain itu akan dipantau oleh TAPD, untuk dilakukan relokasi sebagaimana permintaan pemerintah pusat,” katanya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait