BERITA TERKINI

Femina dan Facebook Ajarkan Berbinis Secara Online

×

Femina dan Facebook Ajarkan Berbinis Secara Online

Sebarkan artikel ini

Reporter : Adi

PALEMBANG, Mattanews.co – Berdasarkan hasil studi Facebook bersama YouGov pada tahun 2016. Ada sebanyak 9 dari 10 wanita di Indonesia ingin memulai bisnisnya sendiri. Jika para wanita ini berhasil memulai dan mengembangkan bisnisnya maka akan terbuka jutaan lapangan pekerjaan baru di Indonesia.

“Jika wanita mulai dan berhasil dalam memulai bisnis maka akan muncul 3,8 juta bisnis dan 13,2 juta lapangan pekerjaan baru. Tentunya hal ini akan berkontribusi pada pembangunan ekonomi Indonesia di tahun 2021 mendatang,” kata editor in Chief Femina Petty S Fatimah saat ditanyai usai kegiatan pelatihan wirausaha berbasis IT di hotel Excelton Palembang Selasa (10/12/2019).

Maka dari itu potensi sosial media dalam hal ini FB dan IG sangatlah besar untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru khususnya bagi wanita. Sejauh ini wanita kebanyakan sudah memakai fb dengan baik. Para wanita ini sudah memiliki pertemanan yang cukup baik. Jejaring inilah yang mestinya dimanfaatkan oleh para wanita ini untuk mengembangkan bisnisnya.

“Nantinya produk mereka akan masuk sampai tahap ekspor, jika memakai alat digital bisa go internasional dan akses penjualan bisa antar negara,” jelasnya.

Saat ini sudah 10 tahun lebih Femina mengembangkan kemampuan dari para wanita di Indonesia untuk mengembangkan bakatnya. Beberapa tahun lalu sudah menjalani kerjasama pelatihan dengan fb Indonesia dan Mastercard Asia. Sekarang sudah ada sebanyak 40ribu mitra yang tergabung dalam pelatihan dibawah Femina.

“Wirausaha di daerah lebih potensial daripada di Jakarta. Jika ada kegiatan lomba pemenang selalu dari luar Jakarta. Ini menunjukkan bahwa kemampuan bisnis dan peluang usaha daerah memiliki potensi yang lebih baik,” katanya.

Selain itu ia juga mengungkapkan apa saja kekurangan dari seseorang yang mau memulai bisnisnya. Pertama kurang pengetahuan dalam bisnis itu sendiri. semangat bikin kue tapi belum tahu pemasaran dan peningkatan mutu kue itu. Sehingga produk yang dihasilkan hanya itu saja dan tentu saja pengemar atau pembeli cenderung tidak meningkat. Kemudian kurangnya jejaring dilingkungan sendiri. Mestinya mereka harus tahu dimana produk  paling bagus dan murah. Sehingga pemanfaatan bahan dan penjualan produk dapat dilakukan secara maksimal. Lalu pemanfaatan waktu yang tidak tepat. Sehingga terlihat lebih sibuk dari pada orang kantoran. Hal ini berakibat tidak bisa membagi waktu. Kemudian pendanaan, dimana jika seorang wirausaha ingin maju meski memiliki pendanaan yang baik untuk meningkatkan usahanya.

“Ini merupakan kota kelima yang kami datangi. Tujuannya adalah untuk meluaskan pasar lokal dan global dengan menguasai pemasaran digital itu sendiri,” jelasnya.

Sementara itu Kasi Pengembangan Teknologi Industri Pangan dan Tekstil Dinas Perindustrian Provinsi Sumsel Yenni Febrianti mengatakan, saat ini dinasnya telah memfasilitasi akai merek. Bagi para wirausahawan akan dapat discon dari biaya sebesar Rp1,8juta hanya dikenakan biaya sebesar Rp500 ribu saja. Kemudian
Izin langsung keluar dalam 5 menit.

“Prosesnya IKM datang ke kami akan langsung dilayani selama lima menit izin akan keluar. Jika memakai izin ini maka akan berlaku secara Nasional,” ucapnya.

Kemudian akan dibuatkan desain kemasan. Terkhusus pembuatan desain kemasan ini harus antri. Sebab banyak wirausaha yang berlainan merek. Mau seperti apa dan bagaimana tentu saja bervariasi tiap IKM. Seperti produk makanan ada chef-nya ada yang seperti itu dan juga bahannya seperti ikan dan sebagainya.

“Di Palembang sendiri kita miliki sebanyak 15ribu jumlah anggota IKM sandang pangan dan kerajina,” kata dia.

Editor : Anang