MATTANEWS.CO, MEMPAWAH – Menjelang difungsikannya sumur bor yang dibangun melalui program TMMD Ke-124, prajurit Satgas bersama warga melakukan kerja bakti membersihkan halaman masjid yang menjadi titik pusat pengeboran.
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Satgas TMMD untuk memberikan hasil kerja yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga tertata dan layak digunakan.
Serka Supardi, salah satu anggota Satgas TMMD, mengatakan bahwa pembersihan halaman masjid ini merupakan bagian dari kesiapan fasilitas air bersih yang akan dimanfaatkan oleh warga.
“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang bersih, rapi, dan siap pakai. Masjid ini penting bagi masyarakat, jadi harus benar-benar nyaman,” ujarnya.
Proses pembersihan melibatkan seluruh elemen masyarakat—tua, muda. Para prajurit tampak akrab bekerja sama dengan warga, menciptakan suasana kekeluargaan yang erat.
Kegiatan ini tidak hanya membersihkan lingkungan, tetapi juga memperkuat jalinan hubungan sosial antara TNI dan masyarakat.
“Bagi kami, ini bukan cuma soal sumur bor. Tapi soal warisan kebaikan yang harus dirawat bersama,” tambahnya.
Setelah halaman bersih, para warga dan Satgas melakukan pengecekan aliran air dan memastikan bahwa instalasi berfungsi optimal.
Kegiatan sederhana ini menjadi momen penting sebelum prajurit kembali ke kesatuan, meninggalkan kenangan positif di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dilakukan menjelang pemanfaatan pertama air bersih yang nantinya akan disalurkan untuk kebutuhan masyarakat.
Salah satu warga, Mahmud (49), mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Satgas TMMD yang telah menghadirkan sumber air bersih di desanya.
“Masjid ini bukan hanya tempat ibadah, tapi juga jadi pusat aktivitas warga. Kami sangat bersyukur, kini tersedia sumur bor yang airnya jernih dan cukup untuk warga sekitar,” ucap Mahmud.
Pembersihan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari memotong rumput liar, menyapu area halaman, hingga merapikan saluran air agar lingkungan tetap terjaga kebersihannya. Aktivitas ini menjadi simbol nyata sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menjaga fasilitas umum yang telah dibangun bersama.
Menurut Mahmud, gotong royong ini adalah bentuk rasa syukur sekaligus kesiapan warga untuk menjaga hasil-hasil pembangunan yang telah diberikan.
“Kami merasa memiliki dan tentu akan kami rawat. Ini jadi warisan yang luar biasa untuk generasi selanjutnya,” tambahnya.
Dengan lingkungan masjid yang semakin bersih dan sumur bor yang siap digunakan, warga kini menyambut masa depan yang lebih sehat dan nyaman.














