[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Klik Disini Untuk Mendengarkan Berita”]
MATTANEWS.CO, JAKARTA– Beredar Pegguna akun Naver Band, salah satu media sosial yang populer di Korea selatan mengunggah sebuah video yang menampilkan wanita terbaring di tempat tidur karena terkena efek samping dari vaksin covid-19.
Klaim Video dan keterangan tersebut diunggah pada tanggal 31 Januari 2021 dengan judul Kondisi remaja setelah vaksinasi covid-19.
Berikut Klaim video dan isi keterangan dari salah satu akun pengguna media sosial Naver Band dengan nama 두 말 보기:
“Dia mengalami kejang dan sesak napas parah. Dia tidak sadar dan kejang setiap 20 detik.”
Faktanya, Klaim video remaja wanita mengalami kejang hingga kesulitan bernapas akibat vaksin covid-19 merupakan informasi yang salah atau hoax. Video itu beredar pertama kali di YouTube, jauh sebelum adanya kasus virus corona (covid-19).
Dalam penelusuran Mattanews.co, Rabu (10/2/2021) dikutip dari Liputan6.com (Media terverifikasi Jaringan Periksa Fakta Internasional atau International Fact Checking Network atau IFCN), klaim remaja wanita yang kejang itu divaksin campak di Kazakhstan. Program vaksinasi campak di Kazakhstan terjadi pada 16 hingga 19 Februari 2015.
“Video remaja mengalami kejang akibat vaksinasi campak sudah beredar di situs YouTube. Hal ini mendapat kecaman dari psikolog dari Pusat Rehabilitasi Anak Almatu, Aizhan Omirbaeva. Dia menyebut rekaman video itu dapat berdampak negatif pada remaja, oleh karena itu dia menentang pembuatan video tersebut,” dilansir Liputan6.com, Selasa (9/2/2021).
Informasi ini jenis hoax misleading content atau konten menyesatkan. Konten jenis ini dibuat secara sengaja dan diharap mampu menggiring opini sesuai dengan kehendak pembuat informasi.
Jangan mudah percaya dan cek setiap informasi yang kalian dapatkan, pastikan itu berasal dari sumber terpercaya, sehingga bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.















