BERITA TERKINI

Ini Pesan Keluarga Nurul di Akhir Perjuangannya

×

Ini Pesan Keluarga Nurul di Akhir Perjuangannya

Sebarkan artikel ini

MATTANEWS.CO, SULBAR, – Salah satu Akun media sosial Facebook yang bernama @Bia Kasmawati Basrang menceritakan tentang kondisi Nurul (16) warga Kasambang, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat yang saat ini terbaring sakit dengan kondisi kehilangan pendengaran dan penglihatan.

Dari postingan tersebut, pemilik akun membuka donasi untuk pengobatan Nurul yang didiagnosa mengidap penyakit tumor di kepala sejak tahun 2015 lalu hingga saat ini.

Kondisi kesehatan nurul sampai ketelinga Kapolda Sulbar Irjen Pol Eko Budi Sampurno sehingga langsung memerintahkan Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Sulbar Kombes Pol Admarahadi untuk memberikan pengobatan gratis kepada Nurul.

Tim dokter yang dipimpin Wakil Kepala Rumah Sakit Bhayangkara IPTU dr. Riswadi mendatangi langsung kediaman Nurul di Tapalang untuk melakukan pemeriksaan, perawatan dan konsultasi secara gratis.

Menurut hasil pemeriksaannya, ia mengungkapkan hasil pemeriksaan tensi dalam kondisi Normal sedangkan pada bagian mata menunjukkan adanya masalah sehingga ia merekomendasikan ke pihak Keluarga Nurul untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut menggunakan alat CT Scan milik Rumkit Bhayangkara.

“Kedatangan kami atas perintah langsung Pak Kapolda melalui Kabid Dokkes, untuk hasil pemeriksaan awal menunjukkan ada masaah pada bagian mata sehingga rencananya Nurul akan kami bawa kerumkit Bhayangkara bila pihak keluarga menyetujui,” tutur IPTU Riswadi.

Setelah mendapat persetujuan dari pihak keluarga, Nurul yang didampingi orang tuanya kemudian dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Mamuju dengan menggunakan mobil Ambulance Polda Sulbar.

Usai dilakukan pemeriksaan CT Scan, Kabid Dokkes menjelaskan, jika pihaknya menemukan tumor dibagian otak kecil yang mendesak ke arah bola mata hingga otak besar dan hasil pemeriksaannya sedang dikonsultasikan dengan dokter spesialis bedah syaraf dan mata untuk mengetahui tingkat keberhasilan operasi hingga efek yang timbul pasca dilakukannya operasi.

“Saat ini sedang kami komunikasikan dengan pihak keluarga Nurul apakah setuju dilakukan operasi, jika setuju akan kami laksanakan operasi atau kami rujuk ke Rumah sakit Makassar yang memiliki fasilitas kesehatan yang memadai,” katanya.

Namun rencana operasi tersebut gagal setelah kondisi Nurul semakin menurun sehingga menghembuskan nafas terakhir pada Minggu (26/9/2021) di ruang perawatan Rumah Sakit Bhayangkara

Kabar berpulangnya Nurul disampaikan langsung oleh tantenya, Bia. Ia menjelaskan bahwa kondisi Nurul tiba-tiba drop Bahkan tidak sempat melaksanakan sholat Shubuh.

“Mewakili pihak keluarga saya mengucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendoakan dan memberikan donasi kepada Nurul, khususnya kepada Kapolda Sulbar yang telah memberikan perhatian maksimal dengan menjemput dan merawat Nurul,” ungkanya. (*)