Jeritan Pengusaha Cafe dan Karaoke Tulungagung, Jubir KBPCK: Bioskop Saja Bisa, Kenapa Kami Tidak ?

Salah satu tempat Cafe dan Karaoke di Kabupaten Tulungagung, Kamis (23/9) Foto:Ferry Kaligis/mattanews.co

MATTANEWS.CO,TULUNGAGUNG – Keluarga Besar Paguyuban Cafe dan Karaoke (KBPCK) Kabupaten Tulungagung berkeluh kesah dan mengharapkan cafe dan karaoke segera dibuka kembali.

Sebagai bahan acuannya beberapa hari kemarin tempat hiburan (Bioskop.red) sudah bisa melakukan uji coba buka, padahal Kabupaten Tulungagung masih berada level 3 Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Bacaan Lainnya

Hal ini, diungkapkan oleh Juru bicara dari KBPCK Kabupaten Tulungagung Yoppy Tirta kepada awak media saat berbincang secara eksklusif di Cafe Domino, Kamis (23/9/2021) Sore.

“Jadi begini, sebenarnya keluhan ini dari paguyuban kami merasa senasib sepenanggungan sudah satu setengah tahun tempat usahanya tutup akibat pandemi Covid-19 melanda,” ungkap Owner Cafe dan Karaoke Caesar.

“Paguyuban kami antara lain TOP, Caesar, Radja, Maestro, Maxi, Star dan Dinasty,” imbuhnya.

Ia mengakui, selama penutupan masa pandemi membuat terpuruk para pengusaha Cafe dan Karaoke sehingga harus merumahkan para karyawannya.

“Kami (7 anggota paguyuban.red) dengan harus tutup tempat usahanya sangat terpuruk sekali bahkan keluarga dari karyawannya sangat terdampak sekali, jujur saja karyawan yang dirumahkan jika memang sudah beroperasi akan dipanggil kembali, kecuali untuk penjaga keamanan tetap bekerja,” ujarnya.

Yoppy Tirta salah satu juru bicara dari Keluarga Besar Paguyuban Cafe dan Karaoke Kabupaten Tulungagung saat wawancara bersama awak media di Cafe Domino setempat, Kamis (23/9) Foto: Ferry Kaligis/mattanews.co

“Lebih parahnya, kondisi fisik tempat usaha banyak terbengkalai karena perawatan sangat minim, sehingga kalau ditaksir kerusakan akibat beroperasi usaha Karaokenya hingga puluhan juta rupiah,” sambungnya.

Lebih lanjut Yoppy menjelaskan anggota paguyubannya membandingkan dengan kota atau kabupaten tetangga yang sudah buka kembali kenapa untuk Tulungagung masih belum.

“Begini, bukan kita menentang aturan dari Pemkab, tapi seharusnya ada jawaban pasti jika memang sudah level 2 PPKM baru bisa beroperasi kembali, dengan mendengar jawaban seperti kami sudah merasa puas,” terangnya.

“Dengan demikian, kami juga menitipkan surat audiensi kami kepada Pak Bupati Tulungagung, tadi sudah menjalin komunikasi dengan salah satu ajudannya,” imbuhnya.

Selaku jubir KBPCK Kabupaten Tulungagung meminta perhatian kepada Pemerintah kabupaten seiring dengan adanya penurunan level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat agar mempertimbangkan kembali Cafe dan Karaoke bisa dibuka.

“Kami selalu siap, jika memang dari Pemkab Tulungagung sudah mengijinkan kembali beroperasi, bahkan tadi saat rapat bersama kawan-kawan paguyuban mempersiapkan protokoler kesehatan ditempat usaha masing-masing,” harapnya.

“Terkait prokes, dari karyawan kita semua minimal sudah vaksin dosis 1, sedangkan didalam ruangan diberlakukan physical distancing (Dengan kursi diberi tanda silang red.), ada hand sanitizer buat pengunjung. Bahkan untuk karyawan sebagai pemandu lagu juga harus sudah divaksin,” imbuhnya.

“Pada intinya, jika memang dari Pemkab sudah mengijinkan beroperasi kita sudah siap,” tandasnya.

Print Friendly, PDF & Email
Bagikan :

Pos terkait