MATTANEWS.CO, KAPUAS HULU – “Kegiatan gerakan pangan murah yang kita laksanakan hari ini bukan sekadar seremonial, tapi bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat,” ujar Kapolres Kapuas Hulu AKBP Roberto Aprianto Uda Jumat pagi di halaman Mapolres, saat antrean warga mengular membeli beras bersubsidi.
Bersama Bulog dan Forkopimda, Polres membuka Gerakan Pangan Murah Polri Serentak dengan 3.000 kilogram beras SPHP, 100 liter minyak goreng, dan 100 kilogram gula pasir yang dijual di bawah harga pasar dalam tiga jam stok beras nyaris habis.
Roberto menegaskan, di tengah tekanan ekonomi yang dirasakan warga, program ini dihadirkan agar Polri hadir nyata meringankan beban sekaligus mengajak masyarakat menjaga kebersamaan, kerukunan, dan keamanan lingkungan.
Menurut Roberto, kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan serentak se-Indonesia yang digagas Mabes Polri, dengan Polres Kapuas Hulu mengambil peran penyalur langsung ke warga Putussibau dan sekitarnya.
Bulog menyediakan beras SPHP bersubsidi, sementara Forkopimda memperkuat pendataan dan pengamanan agar distribusi tepat sasaran.
Kapolres turun langsung memantau antrean sejak pukul 07.30 WIB, memastikan proses tertib tanpa penimbunan.
“Di tengah tantangan ekonomi yang dirasakan masyarakat, kehadiran program gerakan pangan murah ini diharapkan meringankan beban mereka. Polri selalu berusaha hadir untuk masyarakat, bukan hanya saat ada masalah, tetapi juga saat dibutuhkan dukungan dan kepedulian,” kata Roberto.
Ia menambahkan ajakan agar warga terus menjaga kebersamaan dan kerukunan demi lingkungan yang aman, damai, dan sejahtera.
Di lapangan, warga mulai berdatangan sebelum stan dibuka. Sebagian mengaku datang dari kecamatan tetangga karena harga beras jauh lebih rendah daripada pasar.
Roberto menutup keterangannya dengan harapan kegiatan serupa bisa digelar berkala dan menjangkau lebih banyak keluarga kurang mampu.
“Kalau ekonomi warga stabil, situasi kamtibmas juga lebih terjaga, “tutupnya.(*)














